Kamis, 12 Juli 2018 20:24 WITA

Terungkap, Bocah Terjebak Gua di Thailand Dikeluarkan dengan Cara Dibius

Editor: Nur Hidayat Said
Terungkap, Bocah Terjebak Gua di Thailand Dikeluarkan dengan Cara Dibius
Sumber Foto: People.

RAKYATKU.COM, BANGKOK - Fakta baru terungkap dari operasi penyelamatan 12 anak laki-laki dari tim sepak bola Thailand dan pelatihnya saat terperangkap dalam gua. Rupanya, ke-12 anak tersebut dibius dan digotong selama menyelami celah dalam Gua Tham Luang.

Banyak yang penasaran, bagaimana tim penyelamat bisa membawa ke-12 anak tersebut secara bertahap keluar dari gua dalam keadaan selamat. Mengingat anak-anak tersebut tidak ada yang mampu berenang ataupun menyelam.

Sehari setelah operasi penyelamatan dilakukan, mulai banyak yang membuat spekulasi terkait proses penyelamatan anak-anak tersebut. Hal itu akhirnya mendorong seorang penyelamat untuk mengungkapkan bagaimana prosesnya.

Menurut penyelam dari Angkatan Laut Thailand yang ikut dalam operasi penyelamatan, anak-anak itu telah dibius sebelum melintasi perjalanan sejauh 5 kilometer sampai ke mulut gua.

"Beberapa dari mereka tertidur, ada juga yang menggerakkan jari-jari mereka (mungkin) karena grogi. Tetapi mereka bisa bernapas," Komandan AL, Chaiyananta Peeranarong, dikutip Straits Times, Kamis (12/7/2018).

"Tugas kami adalah memindahkan mereka. Anak-anak itu dibungkus dan dibawa dengan tandu saat dipindahkan. Namun keadaan mereka tetap dipantau secara berkala oleh para dokter penyelam di sepanjang rute keluar," tambahnya.

Chaiyananta mengungkapkan bahwa hanya pelatih tim sepak bola yang dikeluarkan dengan cara menyelam sendiri tanpa bantuan. Pelatih bernama Ekkapol Chantawong (25 tahun) merupakan satu-satunya orang dewasa yang terperangkap bersama anak-anak tersebut.

Saat ini, semua korban yang terjebak dalam gua berada dalam kondisi baik. Mereka dikarantina di rumah sakit untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

"Semuanya berada dalam kondisi fisik dan mental yang baik," kata Sekretaris Kesehatan Umum, Dr Jaseda Chokedamrongsuk dalam sebuah konferensi pers.

"Anak-anak itu dalam kondisi sadar, bisa makan, bergerak dan berbicara seperti biasa," tambahnya.