Kamis, 12 Juli 2018 19:39 WITA

Analisa soal PKB di Sulsel Bertabur "Kutu Loncat"

Penulis: Fathul Khair
Editor: Mulyadi Abdillah
Analisa soal PKB di Sulsel Bertabur
Andi Luhur Priyanto

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sulsel menjadi salah satu partai yang paling banyak diincar untuk maju di Pileg 2019. Banyak politikus tenar rela loncat dari partainya.

Sebut saja Nurhasan alias Cacang, eks politikus Hanura. Popularitas Cacang memang tak diragukan lagi. Eks calon bupati Maros itu bisa lolos ke Senayan pada Pemilu 2009 jika PBR lolos electoral threshold.

Nama lainnya adalah dua calon incumbent DPRD Sulsel. Yakni Suzanna Kaharuddin (ketua PKPI Sulsel) dan Taufiq Zainuddin (PPP Sulsel).

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah, Andi Luhur Priyanto menyebut, "migrasi" kader partai lain ke PKB merefleksikan banyak hal.

"Terutama sikap moderat dan inklusif partai ini. PKB sepertinya punya diferensiasi," ujar Luhur kepada Rakyatku.com, Kamis (12/7/3018).

Dikatakan Luhur, secara internal, pola kepemimpinan di PKB lebih egalitarian dan tidak terjadi elitisme dan personalisasi kepemimpinan. 

"Secara ideologi, PKB tergolong Islam moderat yang inklusif dengan latar belakang politisi," tambahnya.

Secara eksternal lanjut dia, beberapa partai yang berlatar nasionalisme religius mengalami pergolakan. Sehingga PKB yang cenderung menjadi partai tengah yang bisa menerima para migran politik dari partai lain. 

"Kekuatan elektoral PKB juga secara nasional, sangat kokoh untuk sekadar lolos dari persyaratan parliamentary treshold (PT)," ujarnya.

"Diferensiasi faktor ini menjadikan para avonturir, para migran, dan para oportunis lebih nyaman menjadikan PKB sebagai 'rumah bersama' untuk melanjutkan cita-cita politiknya," sambung Luhur.

Menurut dia, setidaknya PKB lebih prospektif. Lebih akomodatif, menawarkan kompetisi yang lebih fair, karena ketiadaan patronase elit.