Kamis, 12 Juli 2018 18:52 WITA

Membunuh Tikus Bisa Menyelamatkan Terumbu Karang

Editor: Suriawati
Membunuh Tikus Bisa Menyelamatkan Terumbu Karang
INT

RAKYATKU.COM - Benarkan tikus bisa mengancam ekosistem terumbu karang? Mungkin sebagian orang akan menjawab tidak, karena menganggap tidak ada alasan bagi tikus untuk bersentuhan dengannya. 

Tapi para ilmuwan yang bekerja di Chagos Archipelago di Samudera Hindia menemukan bahwa tikus invasif di pulau-pulau itu adalah "masalah besar" bagi terumbu karang.

Bagaimana mereka melakukannya? Rupanya tikus memusnahkan populasi burung laut, yang pada gilirannya mengurangi volume kotoran burung (pupuk alami terumbu karang).

"Pulau-pulau tanpa tikus penuh dengan burung, mereka berisik, langit penuh dan mereka bau - karena kotoran burung-burung," kata kata Prof Nick Graham dari Lancaster University.

"Jika kamu masuk ke pulau dengan tikus, tidak ada burung laut di sebelahnya."

Peneliti mengatakan, tikus mengganggu ekosistem yang sehat yang tergantung pada kotoran burung laut, yang menyuburkan karang di sekitar pulau.

Di pulau-pulau bebas tikus, burung laut termasuk booby, Cikalang, noddies, shearwater dan terns melakukan perjalanan ratusan kilometer untuk makan di lautan. Ketika mereka kembali ke pulau itu, mereka menyimpan banyak nutrisi dari ikan yang mereka makan.

"Nutrisi ini meluber ke karang," jelas Prof Graham. Dia dan timnya mampu melacak sumber nutrisi tersebut dengan menganalisis ganggang dan bunga karang yang tumbuh di terumbu.

"Kami juga menemukan bahwa ikan di terumbu yang berdekatan dengan pulau-pulau dengan burung laut tumbuh lebih cepat dan lebih besar untuk usia mereka daripada ikan di karang di sebelah pulau yang dipenuhi tikus," Prof Graham menjelaskan.

Oleh karena itu para ilmuwan sekarang menganjurkan pemberantasan tikus di semua pulau untuk melindungi habitat terumbu karang.

Mengapa ini penting?
Terumbu karang menutupi kurang dari 0,1% dari luas lautan, tapi merupakan rumah sekitar sepertiga dari keanekaragaman hayati laut.

"Terumbu karang juga sangat terancam," kata Prof Graham. "Jadi siapa pun yang peduli tentang kepunahan dan keanekaragaman hayati perlu peduli tentang masa depan terumbu karang."

Tags