Kamis, 12 Juli 2018 18:01 WITA

Staf Tolak Berdamai, Kades di Barru Bakal Habiskan Masa Jabatan dalam Penjara

Editor: Abu Asyraf
Staf Tolak Berdamai, Kades di Barru Bakal Habiskan Masa Jabatan dalam Penjara
Surat pernyataan Arwinsyah.

RAKYATKU.COM,BARRU - Kepala Desa Ajakkang Barru, Saharuddin terancam menghabiskan masa jabatannya dalam penjara. Staf yang menjadi korban penganiayaan menolak berdamai. 

Korban, Arwinsyah sudah membuat pernyataan tertulis tentang penolakan damai itu. Surat itu dibuat 10 Juli 2018. Dia menyatakan tidak ingin berdamai dengan tersangka.

Surat tersebut ditandatangani di atas materai 6.000 oleh Arwinsyah. Selain itu, kedua orang tua korban, dua tante, dan seorang sepupunya ikut bertanda tangan.

Dikonfirmasi terkait surat tersebut, Kasubag Humas Polres Barru, AKP Sainuddin membenarkan keaslian surat pernyataan Arwinsyah.

Dia mengatakan surat tersebut sudah diserahkan oleh korban ke pihak Satuan Reserse Polres Barru. 

"Iya benar surat itu sudah diterima Satuan Reserse sejak kemarin, (Rabu 11/7/2018)," kata AKP Sainuddin kepada Rakyatku.com, Kamis (12/7/2018). 

Jika demikian, kasus dugaan penganiayaan tersebut bakal terus berlanjut dan tersangka Saharuddin bakal dijerat pasal pidana.

"Atas kasus tersebut, tersangka Saharuddin terancam pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara," kata Sainuddin.