Kamis, 12 Juli 2018 17:13 WITA

Gagal Perkosa Rekan Bisnis Istrinya, Eh Oknum Polisi Ini Malah Tidur Pulas

Editor: Abu Asyraf
Gagal Perkosa Rekan Bisnis Istrinya, Eh Oknum Polisi Ini Malah Tidur Pulas
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Ada cerita menarik di balik percobaan perkosaan oknum polisi terhadap janda cantik di Blitar. Putri korban FT (20) menceritakan kisah perburuan polisi berinisial ES itu terhadap ibunya, WN (38).

WN rupanya sudah kenal dengan pelaku. Oknum polisi itu adalah suami dari rekan bisnisnya di bidang perjalanan umrah. Gara-gara ada hubungan bisnis antara WN dengan istrinya, ES jadi sering datang ke rumah WN. Dalam dua tahun terakhir, dia selalu mengantar istrinya.

Diam-diam, ES naksir pada WN yang memang sedang berstatus janda. WN dikenal sebagai wanita pendiam dan pemalu. Meski demikian, dia tidak gampang menerima cinta orang lain. Apalagi dari lelaki yang sudah beristri.

WN menyadari ES selama ini naksir padanya. Dia pernah mengutarakannya kepada putrinya, FT. "Cuma ibu gak pernah menanggapinya," tutur FT.

ES, kata FT, sering mengirim pesan di WhatsApp ibunya. Namun tak pernah dibalas oleh ibunya. ES juga kerap mengajak adiknya pergi makan keluar bersama anak ES, namun ibunya tak pernah mau ikut. "Kalau Pak ES datang ngantar makanan, ibu mesti langsung masuk rumah belakang," imbuhnya. 

Peristiwa nahas yang menimpa ibunya Jumat (5/7/2018) lalu benar-benar di luar perkiraan gadis ini. Karena istri ES diketahui merupakan teman bisnis ibunya. 

Kepergok Malah Tertidur

Peristiwa nahas itu terjadi di sebuah ruko Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Saat itu, WN sedang berada di toko sendirian. Anaknya yang bungsu, SL (10) pergi mengaji. 

"Jam 5 sore adik pulang ngaji, Pak ES sudah berada di rumah. Adik langsung menuju rumah bagian belakang. Lalu dia mendengar suara ibu berteriak-teriak," tutur FT seperti dikutip dari Detikcom, Kamis (12/7/2018).

Sang adik pun lari menuju toko di depan rumah. Menurut penuturan FT, adiknya langsung menjerit histeris mengetahui kondisi ibunya dalam bahaya. 

"Pak ES kata adik memeluk ibu. Ibu teriak-teriak melepaskan dari pelukan Pak ES. Adik lalu menjerit histeris dan menangis. Begitu tahu ada adik, ibu dilepas oleh Pak ES. Adik dikejar lalu digujer (dipegang paksa). Adik berontak sampai celananya robek," beber gadis manis itu. 

Adiknya, lanjut FT, lalu menggeret tangan ibunya diajak masuk kamar depan. Sementara ES membiarkan keduanya masuk kamar. ES belakangan diketahui tertidur di kamar belakang. 

"Saya baru datang jam 18.30 wib. Kaget saya dengar adik menangis keras di dalam kamar bersama ibu. Saya langsung tanya ada apa sebenarnya. Ibu lalu cerita kejadian seperti itu tadi," tuturnya. 

FT kebetulan malam itu diantar teman lelakinya. Pada temannya, FT minta tolong untuk membangunkan ES. "Saya cium Pak ES bau alkohol. Lalu saya gerak-gerakkan kakinya, dia hanya ha heh saja. Saya tanya, pak sampean mabuk ya, cuma dijawab hah heh saja," kata lelaki teman FT yang tak mau menyebutkan namanya. 

FT bertindak cepat. Dia melaporkan kejadian ini ke Polsek Kesamben. Sementara, teman lelakinya menunggu ES sampai siuman. Namun rupanya kondisi ES tidak berubah, sampai anggota Polsek Kesamben menjemputnya. 

Anehnya polisi ramai-ramai membela anggotanya. "Tidak ada kejadian seperti yang beredar di medsos itu. Tapi tetap kami periksa yang bersangkutan. Kami dalami, kok sampai ada istilah percobaan pemerkosaan itu bagaimana," ujar Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha dikonfirmasi. 

"Korban kami tanya juga. Mungkin tidak senang dengan yang dilakukan pelaku. Tapi sorry lho ya, tidak bisa dibuktikan mabuk. Karena memang tidak mabuk," jawab Anissullah.

Namun Anissullah menegaskan, pihaknya akan tetap memeriksa etika pelaku. Jika memang pelaku bersalah akan dinyatakan bersalah. Namun jika hanya masuk rumah orang dan pemilik rumah tidak berkenan, maka dinyatakan tidak bersalah. 

"Jangan berpersepsilah. Ini yang melaporkan itu bukan yang mengalami langsung," pungkasnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengelak oknum tersebut dalam keadaan mabuk. 

"Namun sudah diambil tindakan sekarang ditahan di provost. Yang bersangkutan tindakannya tidak mencerminkan seorang polisi yang patut diteladani," tegasnya.


 

Berita Terkait