Kamis, 12 Juli 2018 15:53 WITA

Seleksi Bawaslu se-Sulsel, Tes Petahana dan Eks Penyelenggara Berbeda

Editor: Mulyadi Abdillah
Seleksi Bawaslu se-Sulsel, Tes Petahana dan Eks Penyelenggara Berbeda
Zulkifli Aspan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tahap administrasi seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 24 kabupaten/kota Sulsel sudah selesai. 381 orang dinyatakan lolos ke tahapan selanjutnya. 

Mereka akan menjalani tes Computerized Assisted Test (CAT) yang akan dilaksanakan di Laboratorium ICT Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dalam tes CAT nantinya, para eks penyelenggara dan petahana punya poin lebih ketimbang pendaftar dari latar belakang berbeda. 

"Nanti ada penilaian berbeda, misalnya kalau dari KPU kabupaten atau provinsi berapa nilai kinerjanya. Dokumen yang mereka masukkan akan dinilai oleh timsel," kata ketua tim seleksi (Timsel) Anggota Bawaslu kabupaten/kota wilayah I Zulkifli Aspan, Kamis (12/7/2018).

Menurut Zulkifli, res CAT nanti akan dibagi ke dalam dua gelombang berbeda. Peserta umum yang bukan merupakan anggota Bawaslu saat ini akan melaksanakan CAT pada 15 Juli 2018 mulai pukul 08.00 Wita. 

Sementara untuk petahana, akan mengikuti tes sehari setelahnya pada jam yang sama. Hal tersebut dilakukan karena soal untuk tes pendaftar umum dan yang saat ini menjabat akan berbeda. 

"Para komisioner saat ini tetap mengikuti tes, mendaftar juga, walaupun di tes tersebut, berbeda dengan peserta umum. Khusus petahana ini akan ditangani langsung oleh Bawaslu RI, karena petahana ini ada standar tes untuk melihat bagaimana performance-nya selama ini," pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran dalam daftar 381 nama yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, terdapat beberapa nama eks penyelenggara maupun petahana. Mereka diantaranya mantan Komisioner KPU Sulsel Khaerul Mannan yang mendaftar di Bawaslu Kota Makassar serta mantan Ketua KPU Gowa Zainal Ruma, yang mendaftar di Bawaslu Kabupaten Gowa.

Di Bawaslu Makassar, tiga komisioner Panwas saat ini juga dinyatakan lulus seleksi administrasi. Ketiganya adalah Nursari, Abdillah Mustari, serta Nur Mutnainnah.