Kamis, 12 Juli 2018 15:46 WITA

Sudah 6 Legislator DPRD Sulsel Loncat Partai, Inikah Penyebabnya?

Editor: Mulyadi Abdillah
Sudah 6 Legislator DPRD Sulsel Loncat Partai, Inikah Penyebabnya?
Yagkin Padajalangi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sejumlah legislator DPRD Sulsel ramai-ramai loncat partai jelang Pemilu 2019. Di Fraksi Golkar, ada empat orang yang sudah hijrah. 

Yakni Yagkin Padajalangi, M Rizha Arjuna, Rahmansyah dan Rismawati Kadir Nyampa. Dua nama terakhir memang sudah dipecat imbas Pilgub Sulsel 2018.

Di luar Partai Golkar, ada Suzanna Kaharuddin dan Taufiq Zainuddin yang turut loncat ke partai lain.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus memandang, banyaknya bakal caleg incumbent yang maju di Pileg 2019 lewat partai lain, semata-mata persoalan strategi.

"Caleg terutama incumbent pasti berhitung dengan peluang. Peluang di partai lama mungkin tak terbuka lagi untuk mendapat suara besar. Maka dia berpindah ke partai lain," kata Nurmal kepada Rakyatku.com, Kamis (12/7/2018).

Selain itu lanjut Nurmal, tentu karena faktor kesempatan bersaing. Misalnya, pada dapil dimana ia bertarung, ada calon kuat lain dan itu membuatnya harus mencari dapil lain. 

"Jadi, problem semua partai tak sama. Pada beberapa parpol yang mengalami pergantian kepemimpinan, otomatis juga memunculkan calon lain," tambahnya.

Lalu bagaimana peluang terpilih caleg incumbent ini?

Nurmal mengatakan, di Pemilu itu kekuatan figuritas lebih menentukan. Apalagi dengan sistem proporsional terbuka, dimana caleg suara tertinggi yang akan terpilih. 

"Namun, caleg juga harus mempertimbangkan sistem hitungan suara yang kini berbeda. Peluang partai dengan raihan suara kecil di sebuah dapil, tak akan sebesar dulu lagi. Dengan sistem hitungan saint league murni, maka peluang untuk mendapat sisa suara seperti pada sistem kuota hare menjadi lebih kecil," jelasnya.

Namun menurut dia, mereka yang mencoba maju lewat partai lain, mesti menyiapkan strategi baru lagi.

"Strategi terbaik tentu saja bagaimana bertemu langsung dengan pemilik suara yaitu rakyat. Maka, di partai manapun dia berada penetrasi langsung ke pemilih tetaplah cara yang paling baik," kata mantan Ketua KPU Makassar ini.

"Saya lihat saat ini pragmatisme pemilih belum bergeser dari pemilu- pemilu sebelumnya. Dimana mereka tak terlalu melihat seorang caleg dari latar belakang partainya," pungkas Nurmal.