Kamis, 12 Juli 2018 01:30 WITA

Bocah 3 Tahun Tewas Usai Terkunci Dalam Mobil

Editor: Andi Chaerul Fadli
Bocah 3 Tahun Tewas Usai Terkunci Dalam Mobil
ilustrasi

RAKYATKU.COM - Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun telah meninggal setelah ia ditemukan terkunci di sebuah mobil panas di Sweetwater, Tennessee, Senin, kata pihak berwenang.

Nenek anak itu -yang juga walinya- mengatakan kepada pihak berwenang, dia telah memotong rumput tetangga sementara seorang remaja sedang mengawasi beberapa anak di rumah itu, menurut Kantor Sheriff Monroe County.

Ketika nenek kembali ke rumah, mereka menyadari bocah itu hilang, kata para pejabat.

Bocah itu ditemukan di Honda Accord tahun 2006 yang terkunci di rumah. Tidak jelas apakah mobil itu terkunci ketika diparkir lebih awal hari itu, kata kantor sheriff.

Sang nenek mengatakan dia membawa bocah itu keluar dari mobil dan masuk ke rumah di mana dia mencoba untuk menghidupkannya tetapi tidak berhasil, kata kantor sheriff.

Anak itu menghabiskan 35 menit di dalam mobil, kata para pejabat. Suhu mencapai 86 derajat hari itu.

"Setelah penyelidikan selesai, file itu akan diserahkan kepada pengacara distrik untuk ditinjau," kata juru bicara kantor Sheriff Lowell Russell, dikutip dari ABC News, Rabu (11/7/2018).

Ini menandai anak ke-23 mati dari mobil panas di Amerika Serikat tahun ini, menurut KidsAndCars.org.

Tubuh anak-anak memanas lebih cepat daripada orang dewasa dan organ-organ internal anak-anak mulai mati setelah suhu tubuh inti mereka mencapai 104 derajat, menurut laporan dari National Safety Council.

Pada hari 86-derajat, misalnya, hanya butuh sekitar 10 menit untuk bagian dalam mobil mencapai 105 derajat yang berbahaya, kata laporan itu.

Juli adalah bulan paling mematikan tahun ini untuk kematian mobil panas, menurut KidsAndCars.org.

"Tiga korban terakhir telah melibatkan anak-anak yang masuk ke kendaraan mereka sendiri," Direktur KidsAndCars.org, Amber Rollins mengatakan kepada ABC News melalui email pada hari Selasa. "Ini adalah tragedi yang paling mudah untuk dihindari."