Rabu, 11 Juli 2018 16:11 WITA

Danny-Aru Bergandengan Tangan, BBT dan Rahman Pina Alpa Rapat Paripurna

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Danny-Aru Bergandengan Tangan, BBT dan Rahman Pina Alpa Rapat Paripurna
Danny Pomanto berpose usai rapat paripurna di DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, Rabu (11/7/2018) siang.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - DPRD Makassar menggelar rapat paripurna terkait 4 Ranperda, di Lantai 3 Ruang Rapat Paripurna, DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, pada Rabu (11/7/2018) siang.

Paripurna yang membahas terkait Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017, Ranperda Pengarusutamaan Gender, Ranperda Rumah Susun, serta Ranper Zakat, Infak, Sedekat dan Dana Sosial Keagamaan, dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto.

Namun, dari 50 anggota DPRD yang baru lagi melaksanakan paripurna beberapa bulan terakhir lantaran disibuki persoalan Pilkada, tercatat ada sebanyak 16 legislator yang tidak menampakkan batang hidungnya.

Yakni Irwan ST (PKS), Mesakh Raymon Rantepadang (PDIP), Arifin Dg Kulle (PKPI), Mudzakkar Ali Djamil (PKS), Jufri Pabe (Hanura), Amar Busthanul (Gerindra), Rahman Pina (Golkar), Busranuddin Baso Tika (PPP), Supratman (NasDem), Sampara Sarif (PPP), Iqbal Djalil (PKS), Munir Mangkana (PDIP), Fatma Wahyuddin (Demokrat), Hamzah Hamid (PAN), Agung Wirawan (Demokrat) dan Shita Mashita (Hanura). 

Rapat yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut, diakhiri dengan sesi foto bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Baik Danny maupun Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta terlihat mesra sembari bergandengan tangan.

Dikonfirmasi usai rapat, Farouk menyatakan, keempat ranperda yang tersebut merupakan inisiatif dari eksekutif. Makanya, ranperda tersebut didahulukan untuk diparipurnakan. 

"Apalagi empat ranperda ini sudah dinyatakan lengkap secara akademik," kata Farouk.

Perihal banyak anggota dewan yang tidak hadir rapat, Aru, sapaan akrabnya, menyatakan, perlu menjadi perhatian Badan Kehormatan (BK) DPRD Makassar untuk dievaluasi.

"Ini bukan cuma soal kursi kosong, tapi BK harus segera melaporkan ke saya, untuk saya tindaklanjuti ke pimpinan partainya masing-masing. Karena kalau cuma saya (Ketua DPRD) pasti (legislator) tidak takut, tapi kalau sama pimpinan partainya, pasti takut," tutur Ketua Golkar Makassar tersebut.