Rabu, 11 Juli 2018 10:49 WITA

PKS Ngotot Usung Prabowo-Aher, Hasil Survei LSI: Jokowi Tidak Perlu Kerja

Editor: Abu Asyraf
PKS Ngotot Usung Prabowo-Aher, Hasil Survei LSI: Jokowi Tidak Perlu Kerja
Prabowo dan Ahmad Heryawan dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Koalisi yang dibangun Gerindra kian rumit. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mematok agar kadernya menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo. Pada sisi lain, Partai Amanat Nasional (PAN) juga ngotot agar ketua umumnya Zulkifli Hasan jadi cawapres.

Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring menegaskan cawapres Ketum Gerindra Prabowo Subianto harus kader PKS jika ingin tetap berkoalisi. Tifatul tak ingin PKS hanya jadi pelengkap pilpres. 

"Cawapres harus dari PKS. Kami nggak mau jadi penggembira saja dalam pilpres ini," tegas Tifatul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan, sudah ada kesepakatan awal dengan Gerindra. PKS sepakat mencalonkan Prabowo asal berpasangan dengan cawapres dari PKS. 

"Itu nggak bisa ditawar-tawar," ujarnya.

Sebelumnya, ada sembilan nama yang disodorkan PKS untuk mendampingi Gerindra. Namun, dari nama-nama itu, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dianggap paling kuat.

Hanya saja, hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa pasangan Prabowo-Aher kurang bisa dijual. Simulasi yang menduetkan Prabowo-Ahmad Heryawan hanya dipilih 10,2 persen responden.

Prabowo paling kuat jika disandingkan dengan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Prabowo-Gatot dinilai mampu mendapatkan elektabilitas 35,6 persen. 

Sedangkan jika dipasangkan dengan Anies Baswedan, elektabilitasnya di angka 19,6 persen. Sementara itu, jika Prabowo disandingkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dia bisa memperoleh elektabilitas 12,3 persen. 

"Prabowo berpasangan dengan Gatot adalah pasangan yang paling kuat untuk melawan Jokowi," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby di kantornya, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).

Selain Prabowo, LSI menguji elektabilitas Gatot-Anies. Duet ini juga dinilai mampu menandingi petahana Presiden Joko Widodo. Angka keterpilihannya mencapai 31,8 persen. Lalu, Gatot-AHY sebesar 21,5 persen, dan Gatot-Aher 13,3 persen.

Selain itu, jika maju sebagai calon presiden, Anies akan memiliki elektabilitas tinggi bila disandingkan dengan AHY. Anies-AHY dinilai dapat mendongkrak elektabilitas sampai 33,4 persen. Di urutan kedua, ada pasangan Anies-Ahmad Heryawan dengan elektabilitas 27,4 persen. Diikuti Anies-Cak Imin dengan elektabilitas 23,4 persen.