Selasa, 10 Juli 2018 20:29 WITA

Survei LSI: Lawan Kuat Jokowi Yaitu Prabowo-Gatot

Editor: Fathul Khair Akmal
Survei LSI: Lawan Kuat Jokowi Yaitu Prabowo-Gatot
Prabowo Subianto (ANTARA FOTO / Puspa Perwitasari)

RAKYATKU.COM - Lawan kuat Joko Widodo pada Pilpres 2019 nanti, yakni pasangan Prabowo Subianto-Gatot Nurmantyo. Begitu temuan hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Survei LSI Denny JA ini, melibatkan 1.200 responden, pengambilan data mulai dilakukan pada 28 Juni sampai 5 Juli 2018. Metode pengambilan sampel yaitu multistage random sampling. Dengan margin of error +- 2,9 persen.

Ada tiga nama calon presiden terkuat penanding Jokowi dalam survei LSI itu. Ketiganya adalah Prabowo, Gatot Nurmantyo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam survei itu, elektabilitas Prabowo sebagai capres akan naik jika didampingi Gatot Nurmantyo. Prabowo-Gatot dinilai mampu mendapatkan elektabilitas 35,6 persen. Sedangkan jika dipasangkan dengan Anies Baswedan, elektabilitasnya di angka 19,6 persen. 

Sementara itu, jika Prabowo disandingkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dia bisa memperoleh elektabilitas 12,3 persen. Lalu, Prabowo dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memiliki elektabilitas 10,2 persen.

"Prabowo berpasangan dengan Gatot adalah pasangan yang paling kuat untuk melawan Jokowi," kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby dikutip dari detik.com, Selasa (10/7/2018).

Selain Prabowo, LSI menilai Gatot-Anies mampu menandingi petahana Presiden Joko Widodo. 

"Gatot jika berpasangan dengan Anies Baswedan angka pemilihnya mencapai 31,8 persen, Gatot-AHY sebesar 21,5 persen, Gatot jika disandingkan dengan Aher jumlah pemilihnya 13,3 persen, lalu dengan tokoh lain sebesar 18,7 persen, dan sisanya sebanyak 14,7 persen menjawab tidak tahu," ujar Adjie.

Jika maju sebagai calon presiden, Anies akan memiliki elektabilitas tinggi bila disandingkan dengan AHY. Anies-AHY dinilai dapat mendongkrak elektabilitas sampai 33,4 persen.

Di urutan kedua, ada pasangan Anies-Ahmad Heryawan dengan elektabilitas 27,4 persen. Diikuti Anies-Cak Imin dengan elektabilitas 23,4 persen.

"Jika Anies capres, ternyata paling tinggi paling banyak memperoleh dukungan Anies-AHY. Kalau Pak Prabowo tak mendampingi Anies dinilai AHY paling tinggi mampu mendongkrak suara Anies," sebut Adjie.