Selasa, 10 Juli 2018 18:20 WITA

Bahan Pertimbangan Hakim Hanya 7 Lembar, Bur Divonis Penjara 3 Tahun 8 Bulan

Editor: Nur Hidayat Said
Bahan Pertimbangan Hakim Hanya 7 Lembar, Bur Divonis Penjara 3 Tahun 8 Bulan
Burhanuddin Baharuddin divonis penjara 3 tahun 8 bulan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim kuasa hukum Burhanuddin Baharuddin menilai pertimbangan majelis hakim dalam memberikan vonis terhadap kliennya sangat keliru. Hal ini disebabkan sebagian besar pertimbangan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Yuli Effendi, sangat dangkal.

"Kami menilai pertimbangan yang dibacakan hakim sangat dangkal. Saya tidak membayangkan bahwa pertimbangan putusan ini hanya kurang lebih dari tujuh lembar," kata Baron Harahap, salah satu penasihat hukum Bur, Selasa (10/7/2018).

Baron berujar, ada banyak pertimbangan-pertimbangan majelis hakim yang menurutnya janggal. Salah satunya ialah Bur tidak lagi memiliki kewenangan saat mengeluarkan izin prinsip karena sudah memberikan kewenangan delegatif kepada kepala dinas yang mengurusi dengan PT Insan Karya.

Selain itu lahan transmigrasi yang dimaksud hakim bukanlah lahan negara. Meski menyebut lahan tersebut sebagai lahan pencadangan, tetapi lahan itu bukan lahan negara karena dimiliki oleh masyarkaat yang terbukti dengan surat-surat tanah masing-masing.

"Diakui sendiri juga oleh hakim, meski tidak ada uang yang mengalir satu rupiah pun tetapi hakim menyebut ada kerugian negara. Mengenai pembebasan lahan itu di luar kehendak Pak Burhanuddin itu kehendak perusahaan kan aneh sekali melimpahkan kesalahan perusahaan ke pak Burhanuddin," sambungnya. 

Bahan Pertimbangan Hakim Hanya 7 Lembar, Bur Divonis Penjara 3 Tahun 8 Bulan

Baron Harahap.

Untuk itu, Baron mengatakan saat ini timnya sudah mendapati pertimbangan-pertimbangan janggal yang bisa dijadikan landasan untuk mengajukan upaya hukum lanjutan.

Sementara itu, jaksa penuntut umum juga masih memikirkan langkah selanjutnya atas putusan majelis hakim yang lebih ringan dari tuntutannya.

"Jadi kita dari jaksa pikir-pikir. Pengacaranya juga pikir-pikir," kata Ahmad Yani, salah satu jaksa penuntut umum di sidang kasus penjualan lahan negara ini.

Mantan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin divonis hukuman 3 tahun 8 bulan penjara serta denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan oleh majelis hakim pengadilan tipikor Makassar saat sidang pembacaan putusan, Selasa (10/7/2018). 

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh ketua majelis hakim, Yuli Effendi, mantan Bupati Takalar ini dinyatakan bersalah dalam kasus penjualan lahan negara di Desa Laikang, Kecamatan Manggarabombang, Kabupaten Takalar. 

Bur terbukti melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.