Senin, 09 Juli 2018 14:49 WITA

Pemprov Sulsel Beri Insentif Pajak Kendaraan 70 Persen

Penulis: Azwar Basir
Editor: Nur Hidayat Said
Pemprov Sulsel Beri Insentif Pajak Kendaraan 70 Persen

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel memberikan insentif berupa pengurangan pajak kendaraan sebesar 70 persen untuk kendaraan umum angkutan penumpang dan 50 persen untuk kendaraan umum angkutan barang.

Hal itu disampaikan Kepala Bapenda Sulsel, Tautoto TR, saat membuka kegiatan sosialisasi nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) 2018 yang diatur dalam Pergub Nomor 98 Tahun 2018 dan petunjuk teknis pemungutan pajak daerah berdasarkan Pergub No 90 Tahun 2018, di Hotel Claro Makassar, Senin (9/7/2018). 

Menurutnya, insentif berupa pengurangan pajak ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu, di mana angkutan penumpang sebesar 40 persen dan angkutan barang 20 persen.

“Insentif ini dimaksudkan untuk menggairahkan perekonomian sektor riil dan menertibkan kendaraan angkutan yang beroperasi di Sulsel. Ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan insentif,” katanya.

Pj Sekda ini menambahkan, dalam Pergub Nomor 98 ini, ada lebih 200 tipe kendaraan yang NJKB-nya lebih rendah dibandingkan NJKB tahun 2017. Itu artinya pajak yang dibayarkan pemilik kendaraan juga lebih rendah.

loading...

Selain memberikan kemudahan, Pergub ini juga memberikan sanksi administrasi, antara lain, dalam penerapan pajak progresif. “Masyarakat yang telah mengalihkan kepemilikan kendaraannya wajib melaporkannya ke kantor samsat jika tidak, kendaraan tersebut akan dikenakan pajak progresif,” katanya.

Artinya pembayaran pajak kendaraan masyarakat jauh lebih besar. Ia berharap  berlakunya Pergub baru ini dapat menggairahkan perekonomian di Sulsel dan meningkatkan penerimaan pajak Bapenda Sulsel.

Kepala Bidang PAD Bapenda Sulsel, Darmayani, menambahkan NJKB kendaraan yang mengalami penurunan antara lain jenis jeep, microbus, lightruk, truk, dan kendaraan roda dua.

Penurunan pajak kendaraan ini bervariasi mulai dari Rp5 juta hingga Rp140-an juta.
“Dengan turunnya nilai NJKB, potensi pendapatan asli daerah Sulsel juga akan mengalami penurunan,” katanya.

Loading...
Loading...