Kamis, 05 Juli 2018 22:36 WITA

Dituding Komandoi Kolom Kosong, Ini Jawaban Danny Pomanto

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Nur Hidayat Said
Dituding Komandoi Kolom Kosong, Ini Jawaban Danny Pomanto

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim Hukum Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu), beberapa waktu lalu mengungkapkan rencananya untuk mengajukan gugatan terhadap Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Tim hukum kandidat tunggal dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Makassar 2018 itu menuding, Danny Pomanto sebagai komando dalam mengampanyekan kolom kosong.

Menurut Tim Hukum Appi-Cicu, ada beberapa indikasi keterlibatan Danny dalam mengampanyekan kolom kosong. Pertama soal penonaktifan 15 camat secara serentak. Persoalan adanya kaitannya dengan Pilkada Makassar.

Kedua, Tim Hukum Appi-Cicu juga mempertanyakan alasan Danny Pomanto menggelar halalbihalal Pemerintah Kota Makassar, yang waktunya bertepatan dengan kampanye akbar Appi-Cicu, pada 23 Juni lalu.

Terakhir, perihal sikap Danny Pomanto yang dianggap bergembira, pada saat hasil quick count dirilis dan menyatakan kemenangan untuk kolom kosong. 

Ditemui Rakyatku.com, di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Kamis (5/7/2018), Danny Pomanto pun memberikan tanggapan terkait tudingan yang dilayangkan Tim Hukum Appi-Cicu.

"Soal camat yang di-nonjob-kan, memang ada kaitannya dengan politik. Tapi itu sudah prosedur, ASN (Aparatur Sipil Negara) itu tidak netral. Jadi jangankan camat, lurah yang terbukti tidak netralpun saja nonjob-kan," tegas Danny.

Loading...

Di-nonjob-kannya 15 camat dan sejumlah lurah, lanjut Danny, karena mereka dianggap terlibat politik praktis. Hal itu dibuktikan dengan video, serta rekaman yang menunjukan bahwa para ASN itu ikut mengampanyekan salah satu pasangan calon (paslon).

"Sudah jelas ASN tidak boleh menunjukan dukungannya terhadap paslon. Tidak boleh jadi tim sukses. Keluar saja dulu kalau mau jadi tim sukses," ujarnya.

Sementara terkait, penyelenggaraan halalbihalal Pemerintah Kota Makassar yang bertepatan dengan  kampanye akbar Appi-Cicu, Danny Pomanto menyatakan acara itu sudah diagendakan jauh-jauh hari.

"Sudah dijadwalkan sejak lama. Karena kalau 24 Juni itukan sudah masuk minggu tenang. Sedangkan kalau digelar setelah 27 Juni, masa-masa perhitungan suara begini orang tegang-tegang dan nanti malah dibilang pengumpulan massa. Paling bisa memang 23 Juni," terang Danny.

Soal pelaksanaan halalbihalal Pemerintah Kota Makassar pun sebelum sudah dibicarakan dengan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono. Bahkan pihaknya pun mengundang seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) untuk hadir.

"Jadi apa yang aneh dengan itu (halalbihalal). Semua ada rekaman videonya. Silakan dilihat. Semua biasa, dan memang agenda rutin," pungkasnya.

Loading...
Loading...