Kamis, 05 Juli 2018 20:17 WITA

ACC Sulawesi Desak Usut Dugaan Kongkalikong Operasi KM Lestari Maju

Penulis: Himawan
Editor: Nur Hidayat Said
ACC Sulawesi Desak Usut Dugaan Kongkalikong Operasi KM Lestari Maju

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Berbagai sorotan tertuju pada karamnya KM Lestari Maju. Tak terkecuali lembaga Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi yang mengatakan pemberian izin operasional KM Lestari di perairan laut Kepulayan Selayar terindikasi dugaan kongkalikong.

Ketua ACC Sulawesi, Abdul Muthalib, mengatakan sejak 2016 silam masyarakat Selayar sudah pernah melakukan komplain terkait kelayakan kapal kepada pemerintah Kabupaten Selayar. Namun, komplain tersebut tidak pernah diindahkan dan justru malah memaksakan kapal tersebut beroperasi.

"Ini berarti ada modus terselubung yang harus di telusuri sehingga sampai KM Lestari Maju mengalami kecelakaan karena dipaksakan tetap beroperasi," kata Muthalib, Kamis (5/7/2018).

Muthalib juga mendesak Kementerian Perhubungan beserta Polda Sulsel transparan dalam menyidik kasus perizinan ini. Terutama dalam penelusuran Polda untuk mengusut dugaan backing di balik beroperasinya KM Lestari Maju. 

Polda juga disarankan mengambil alih seluruh pengusutan dugaan bisnis penumpang ilegal KM Lestari Maju demi menjamim proses hukum berjalan profesional. Sementara Kementrian Perhubungan, menurut Muthalib, harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi laut. 

"Kementerian perhubungan kerja sama Polda Sulsel harus mengusut dugaan adanya praktik KKN dalam prosedur standar kelayakan beroperasinya," tuturnya. 

Loading...

Saat ini polisi memang tengah melakukan penyidikan terkait insiden kapal yang menewaskan 36 penumpang ini. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Soendani, memastikan polisi akan menetapkan tersangka atas tragedi ini.

"Sudah pasti akan ada tersangka lebih dari 1 orang, ini ada kelalaian," ungkap Dicky.

Dicky mengatakan, dalam pelayaran maut tersebut, berbagai hal disebut dapat saja berujung pada pelanggaran hukum. Namun Dicky mengatakan, saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman.

"Manifes saja yang hanya 136 jelas sudah melanggar, belum lagi SOP, berapa banyak pelampung, apakah ada pemeriksaan sebelum berangkat, bagaimana perawatan kapalnya sudah sudah sesuai atau tidak, ini akan kita cek," tutur Dicky.

Loading...
Loading...