Rabu, 04 Juli 2018 17:19 WITA

Jen Tang Divonis Bebas, Jaksa Ajukan PK

Penulis: Himawan
Editor: Mulyadi Abdillah
Jen Tang Divonis Bebas, Jaksa Ajukan PK
Foto: Himawan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim jaksa dari Kejati Sulsel telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap kasus pemberian keterangan palsu dalam akta autentik yang melibatkan Direktur PT. Jujur Jaya Sakti, Soedirjo Aliman alias Jen Tang. 

Tiga jaksa yang menjadi pemohon hadir dalam sidang perdana yang digelar Rabu (4/7/2018) siang ini. Ketiganya ialah R. Narendra Jatna yang juga Aspidum Kejati Sulsel, Nana Riana Koordinator I Bidang Pidum, dan Andi Fajar Kepala Kamnegtibum & TPUL Kejati Sulsel. 

Namun, sidang PK yang awalnya diagendakan hari ini terpaksa ditunda lantaran Jen Tang sebagai termohon tidak hadir. Begitu pun dengan perwakilan termohon yang tidak menampakan batang hidungnya di PN Makassar. 

Dari pengakuan majelis hakim, Bambang Nur Cahyono, pihak pengadilan sudah melayangkan surat ke alamat rumah Jen Tang dan kantornya terkait agenda PK yang melibatkan tersangka kasus penyewaan lahan negara itu. 

"Ditunda karena yang bersangkutan tidak di tempat. Sampai panggilan ketiga kalau yang bersangkutan tidak hadir majelis hakim akan mengambil sikap meneruskan PK walau tanpa yang bersangkutan. Sidang akan dilanjutkan kembali pada 11 Juli pekan depan," ujar salah satu majelis hakim. 

Aspidum Kejati Sulsel, R Narendra Jatna usai penundaan sidang mengungkapkan, alasan pihaknya mengajukan PK kasus pemberian keterangan palsu dalam akta autentik pada dokumen berupa akta pembelian lahan seluas 4.300 meter persegi di Jalan AP Pettarani Makassar atas putusan kasasi MA yang bernomor 1637K/Pds/2015 tanggal 28 Januari 2016. 

Saat itu, MA menolak kasasi jaksa penuntut umum dan membebaskan Jen Tang. 

Namun Narendra mengatakan, putusan kasasi tersebut walau berkekuatan hukum tetap tetapi isi kasasi yang dikeluarkan hakim MA pada saat itu memiliki pertimbangan bahwa perkara Jen Tang terbukti. Namun perkara tersebut tidak diikuti dengan pemidanaan. Atas hal itulah, melihat vide pasal 263 (3) KUHAP, jaksa mengajukan PK. 

"PK ini diajukan setelah adanya putusan kasasi. Dengan dasar pasal 263 ayat 3 kita ajukan PK. Meski bebas, tetapi pertimbangan hakim perbuatannya terbukti namun tudak disertai pidana,"kata Narendra. 

Saat ini, Soedirjo Aliman alias Jen Tang memang menjadi buronan penyidik Kejati Sulsel. Ia menjadi tersangka atas kasus penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, pada Rabu 1 November 2017 lalu.

Jen Tang disangka sebagai otak atas penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, kepada PT Pembangunan Perumahan (PP) senilai Rp500 juta. Jen Tang diduga turut terlibat bersama terdakwa lain, yakni Asisten 1 Pemkot Makassar, M Sabri, serta karyawan Jen Tang, Rusdin dan Jayanti.