Selasa, 03 Juli 2018 20:30 WITA

PAN Sebut Lucky Hakim Dibayar Rp2 Miliar, Balasan Sekjen NasDem Cukup Menohok

Editor: Abu Asyraf
PAN Sebut Lucky Hakim Dibayar Rp2 Miliar, Balasan Sekjen NasDem Cukup Menohok
Lucky Hakim

RAKYATKU.COM - Ketua DPP PAN Yandri Susanto membeberkan pengakuan mantan anggota DPR RI Lucky Hakim. Mantan kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu memilih pindah ke NasDem karena dibayar Rp2 miliar.

Yandri mengungkap adanya kabar soal alasan Lucky keluar dari PAN. "Dari WA-nya (WhatsApp) yang aku baca di grup WA DPP PAN, dia dapat duit untuk konsolidasi," ujar anggota DPR itu seperti dikutip dari Detikcom, Selasa (3/7/2018).

Yandri menyebut uang itu didapat Lucky sebagai dana konsolidasi. Namun dia tak menjelaskan lebih lanjut soal konsolidasi yang dimaksud. "Panjarnya menurut Lucky Rp2 miliar," jelas Yandri.

Tak hanya uang muka Rp2 miliar, kata Yandri, Lucky juga dijanjikan bantuan logistik pada Pemilu Legislatif 2019.

"Itu kan fenomena tahunan kan. Jadi kalau ada yang pindah ke partai lain, ya kita juga enggak bisa nahan. Ada juga kader partai lain yang pindah ke kita, kita ucapkan selamat datang. Sesuatu yang biasa," ujarnya.
 
"Siapa tahu mereka di sana juga bisa bahagia kembali, yang enggak enak kalau enggak terpilih. Sudah salah jalan, salah jalan lagi," tambahnya.

Kursi Lucky Hakim resmi diisi PAW Intan Fitriana Fauzi yang menjadi peraih suara terbanyak kedua PAN di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat 6. Pelantikan dipimpin Wakil Ketua DPR Taufik Kurniwan di ruang rapat paripurna, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018).

Loading...

Tepisah, Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate membantah adanya pemberian uang kepada Lucky Hakim.

"Tanya ke Lucky benar nggak itu? Dari NasDem sendiri nggak ada itu. Itu berita-berita yang simpang siur dan tidak jelas sumbernya," kata Johnny G Plate saat dikonfirmasi wartawan. 

Johnny menyesalkan informasi simpang siur yang beredar tersebut. Menurut dia, informasi itu berpotensi menjadi fitnah. Dia pun enggan mengomentari lebih lanjut.

"Kok gosip melulu sih? Jangan sampai politik diisi gosip murahan seperti itulah. Kita ini mau membangun demokrasi yang berkualitas. Jangan ditambahi dengan sumber yang tidak jelas," ucap Johnny.

Loading...
Loading...