Selasa, 03 Juli 2018 16:47 WITA

Moeldoko Disebut Bakal Jadi Cawapres Jokowi, Ketua Umum Hanura Tertawa

Editor: Abu Asyraf
Moeldoko Disebut Bakal Jadi Cawapres Jokowi, Ketua Umum Hanura Tertawa
Moeldoko

RAKYATKU.COM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko resmi mundur sebagai wakil ketua dewan pembina Partai Hanura. Beredar isu bahwa mantan panglima TNI itu mundur untuk menyiapkan diri sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo.

Lantas bagaimana tanggapan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang? Saat dicegat wartawan untuk diminta konfirmasi tentang kebenaran isu itu, ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu langsung tertawa.

"Kok Anda tahu ya? Kalau Anda sudah tahu, makanya kami lepas Moeldoko secara murni," kata Oesman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/7/2018).

Oesman mengaku telah berbicara dengan Moeldoko terkait alasan mundur dari Hanura. Menurut Oesman, Moeldoko ingin fokus menyelesaikan pekerjaannya di KSP terlebih dahulu. Ia khawatir fokus Moeldoko terpecah jika diamanahkan jabatan di partai. 

"Biarkanlah dia konsentrasi di KSP. Saya sudah bicara sama dia. Pikiran dia sama dengan pikiran saya. Dia mau konsentrasi di situ. Ya kami kan silakan, enggak ada masalah," lanjut Oesman. 

Moeldoko sebelumnya berencana mengundurkan diri sebagai wakil ketua dewan pembina Partai Hanura. "Saya sudah menyiapkan diri mengundurkan diri dari Hanura. Saya akan fokus pada pekerjaan dulu," ujar Moeldoko. 

Selama menjabat sebagai kepala KSP, mantan Panglima TNI tersebut merasa tidak memberikan kontribusi banyak kepada Partai Hanura. Oleh sebab itu, ia lebih memilih mengundurkan diri. 

"Saya secara pribadi tidak pernah terlibat dalam urusan parpol. Untuk itu, sekali lagi saya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri karena tugas di sini (KSP) semakin tinggi frekuensinya, semakin banyak," ujarnya.

Hanura Terseok-seok

Politikus Partai Gerindra ikut mengomentari pengunduran diri Moeldoko. "Di berbagai survei yang ada, Partai ini (Hanura) tidak lolos parliamentary threshold. Mungkin Pak Moeldoko tidak mau ikutan kalah," ungkap anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade, Selasa (3/7/2018).

Hanura menepis Gerindra. Partai ini yakin keputusan Moeldoko mundur murni karena ingin fokus bekerja sebagai kepala staf Presiden untuk membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Pak Moeldoko memang sejak awal tidak begitu tertarik politik," ucap Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir.

Di Hanura, Moeldoko menjabat sebagai wakil ketua dewan pembina. Mantan Panglima TNI itu mengaku sudah membicarakan soal rencana mundurnya tersebut dengan Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto.

Loading...

Pernyataan Andre Roasiade senada dengan Founder LSI Denny JA. Dia menilai, keberadaan Moeldoko di Hanura tak menambah status politiknya. Status politik jenderal purnawirawan TNI itu justru bisa semakin mengecil karena posisi Hanura, apalagi saat ini ada problem di internal partai tersebut.

"Hanura dari segi elektabilitas menurun signifikan, dari partai yang tadinya lolos di parlemen 2014 dia terancam tak lolos di parlemen karena perolehannya selalu di bawah 4 persen. Bahkan survei LSI terakhir dia menjadi partai nol koma," sebut Denny.

Bukan hanya dari LSI Denny JA saja yang memprediksi Hanura tak bisa lolos masuk DPR di 2019. Dua bulan terakhir, elektabilitas Hanura terus menurun hingga tak lebih dari 1%. Untuk bisa melenggang masuk ke Senayan, parpol harus memperoleh minimal 4% suara sah hasil Pemilu 2019.

Berikut hasil survei elektabilitas sejumlah lembaga untuk Hanura:

Cyrus Network

Waktu Survei: 27-3 April 2018
Responden: 1.239
Metode: wawancara tatap muka
Margin of error: 3% dengan tingkat kepercayaan 95%
Elektabilitas Hanura: 1,0%

Roda Tiga Konsultan

Waktu Survei: April 2018
Responden: 1.610
Margin of error: 2,5% dengan tingkat kepercayaan 95%
Elektabilitas Hanura: 0,6%

Charta Politika

Waktu Survei: 13-19 April 2018
Responden: 2.000
Metode: multistage random sampling
Margin of error: 2,19% dengan tingkat kepercayaan 95%
Elektabilitas Hanura: 0,6% 

Loading...
Loading...