Minggu, 01 Juli 2018 16:44 WITA

Salami 1000 Warga Yogya di Jakarta, Putri Sri Sultan Mengaku Pegal Pipi

Editor: Abu Asyraf
Salami 1000 Warga Yogya di Jakarta, Putri Sri Sultan Mengaku Pegal Pipi
GKR Hayu (kanan)

RAKYATKU.COM - Warga Yogyakarta menggelar halalbihalal di Jakarta, Minggu (1/7/2018). Acara yang dihadiri seribuan warga itu berlangsung di Gedung Panca Gatra Dwiwarna Purwa Lembahan RI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir bersama istri, Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Foto-foto dan video acara itu diunggah putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X-Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, GKR Hayu di akun Twitter-nya.

"Kami sebagai orang Jogja berpegang teguh pada ajaran leluhur. Budi pekerti, tata krama, tata susila, manunggaling kawula Gusti dan hamemayu hayuning bawono," cuit dia sebagai keterangan salah video yang menunjukkan perwakilan forum ilmuwan dan budayawan Yogyakarta yang tinggal di Jabodetabek.

Acara itu turut dihadiri perwakilan paguyuban warga Gunungkidul Sukirman bersama 525 anggotanya. Tidak ketinggalan perwakilan bupati dan wali kota. 

GKR Hayu mengungkapkan dirinya senang dengan acara itu walau lumayan melelahkan. "Hitungan yang datang mencapai ribuan. Sampai pegel pipi senyum dan kaki pake high heels. Terima kasih utk semua yang sampun rawuh. Seperti yang disampaikan Ngarsa Dalem, bahwa kekuatan masyarakat Jogja ada pada kebersamaannya," tulisnya.

GKR Hayu juga sempat dikejar wartawan menyusul pengakuannya dibilangi "kampungan". Itu terjadi saat dia jalan-jalan ke Plaza Senayan.

"Nyebrang dari Plaza Senayan ke Senayan City, ngucapin 'Makasih Pak' sama tiap satpam yang nyebrangin. Diketawain gerombolan di belakang, bisik-bisik ngatain kampungan," cuit Hayu di akun Twitter. 

"That's called manners ma fren, were you raised by wolves???" lanjutnya. Cuitan putri Kraton itu telah di-retweet hingga 15 ribu kali dan mendapat lebih dari 500 komentar. 

Hayu mengatakan kejadian yang akhirnya viral tersebut. Dia hanya mengucapkan terima kasih kepada satpam dan sudah menjadi kebiasaan untuk mengucapkan kata itu.

"Cuma lagi nyebrang aja di Plaza Senayan, istilah dalam bahasa jawanya kan melipir lewat pinggir. Kan ada satpamnya yang di tempat taksi itu, di ujung (jalan), (dan) yang di tempat penyebrangan, (ada) 4 (satpam). Ya cuma ngucapin makasih aja sih. Yang dari PS ke tengah itu sih (kejadian dibilang kampungan), ya aku mulai dengar aja. Ya biarin aja lah," kata Hayu seperti dikutip dari Detikcom.
 

Loading...