Minggu, 01 Juli 2018 16:03 WITA

Siapa Marisa Papen? Model yang Berpose Telanjang di Tembok Ratapan Yerusalem

Editor: Suriawati
Siapa Marisa Papen? Model yang Berpose Telanjang di Tembok Ratapan Yerusalem
Marisa Papen

RAKYATKU.COM - Baru-baru ini seorang model Belgia bernama Marisa Papen memicu kemarahan Yahudi karena berpose telanjang di atas atap yang menghadap ke Tembok Ratapan di Yerusalem.

Papen mengungkapkan bahwa foto itu diambil pada 14 Mei, Hari Kemerdekaan Israel. Alasannya cukup kuat. Dia mengungkapkan bahwa dia ingin mendorong batas-batas agama dan politik lebih jauh.

Melalui blognya, dia membuat postingan yang berjudul The Wall of Shame. Di situ dia menceritakan bahwa foto-foto itu diambil oleh Mathias Lambrecht selama perjalanan tiga hari melalui Israel.

Di blog itu pula, Papen membagikan foto-foto berani lainnya, termasuk bergelantungan tanpa busana di tiang bendera yang melambai-lambaikan bendera Israel dan pose topless di Laut Mati.

Siapa Marisa Papen? Model yang Berpose Telanjang di Tembok Ratapan YerusalemRabi Tembok Ratapan dan Tempat Suci Israel, Shmuel Rabinovitch, mengatakan bahwa itu adalah "insiden memalukan, serius dan menyedihkan, yang merongrong kesucian tempat dan perasaan orang-orang yang mengunjunginya".

Ini bukan pertama kalinya pemodelan dan fotografi Papen menimbulkan kontroversi. Ini semua yang perlu Anda ketahui tentangnya.

Siapa Marisa Papen?
Marisa Papen adalah model Belgia yang dikenal berpose telanjang, kadang-kadang kontroversial. Dia berasal dari Flanders, Belgia dan menggambarkan dirinya sebagai ekspresionis yang bersemangat bebas, dan berhati liar. 

Dia menggambarkan karyanya sebagai "bentuk telanjang dari kebebasan di mana topeng disobek dan dibuang di lautan."

Papen juga pernah menarik perhatian internasional ketika dia dan fotografer Australia Jesse Walker melakukan perjalanan ke Mesir dan melakukan pemotretan telanjang di tempat-tempat terkenal di negara itu.

Papen dan Walker menyuap petugas patroli di kuil-kuil Giza dan ditangkap di Luxor, tempat mereka bersembunyi dari penjaga setelah jam tutup. Mereka ditahan di penjara Mesir selama 24 jam sebelum akhirnya dibebaskan. 

Setelah aksi Luxor, Papen pergi ke Ethiopia untuk berjalan telanjang dengan suku terasing.

Pada akhir tahun 2017, hanya beberapa bulan setelah penangkapannya di Mesir, Papen berpose telanjang untuk meningkatkan kesadaran dan uang untuk hewan liar di Afrika.