Sabtu, 30 Juni 2018 19:32 WITA

OPINI

Sulitnya Utak Atik Hitungan Suara

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Sulitnya Utak Atik Hitungan Suara
NurmalĀ Idrus

DENGAN lahirnya UU Pilkada terbaru yang kemudian dikuatkan dalam terjemahan di PKPU Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada, maka keinginan untuk mengutak atik angka angka perolehan suara sebenarnya sangat tak mungkin terjadi. 

Kini, KPU telah memperbaharui semua celah yang bisa dijadikan celah masuk untuk mengubah hasil penghitungan. 

Dua formulir yang selama ini menjadi titik lemah di TPS yaitu C1 KWK Kecil dan C1 Plano, sudah tak mungkin lagi dimanipulasi. C1 KWK dalam kotak kini berhologram dan salinannya yang diberikan kepada pihak lain seperti saksi hanyalah dalam bentuk salinan. Hal serupa juga dengan C1 Plano yang diberi hologram dan hanya berjumlah satu buah tanpa salinan.
 
Perubahan mungkin bisa saja dilakukan di C1 KWK kecil, tapi C1 Plano sangat tidak mungkin dilakukan kecuali anda membajak kotak suara dalam perjalanan dari TPS ke PPK lalu kemudian membongkarnya dan menggantinya dengan C1 Plano baru yang entah dari mana diambil. 

KPU melakukan real count di sistem hitung cepatnya dengan berdasar pada C1 KWK Kecil yang dikirim KPPS langsung ke KPU pasca penghitungan. 

Jadi, meski kemudian ada yang memanipulasi data di real count KPU, tetap nantinya tak akan mampu mengubah hasil hitungan manual. Real Count KPU tak punya legal standing sebagai penghitungan yang diakui. Hitungan lewat cara manual dengan C1 Plano lah yang akan menjadi dasar.

Jadi, kita tetap harus percaya bahwa akan sangat sulit mengutak atik penghitungan suara dalam kondisi penghitungan sangat terbuka dan transparan seperti sekarang. Tentu, menunggu hasil rekapitulasi manual KPU adalah cara terbaik untuk meyakini kepastian hasil dari sebuah Pilkada. 

Penulis: Nurmal Idrus
Ketua KPU Makassar 2013

Tags