Kamis, 21 April 2016 09:49 WITA

Begini Makna Hari Kartini bagi Thita SYL

Editor: Andi Chaerul Fadli
Anggota DPR RI, Indira Chunda Thita Syahrul YL

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Hari Kartini menjadi momen yang dilekatkan dengan emansipasi wanita. Kesetaraan status antara wanita dan pria menjadi ikon peringatan hari lahir Raden Ajeng (RA) Kartini yang jatuh 21 April saban tahunnya.

Tiap orang punya makna tersendiri atas perjuangan wanita pribumi pada zaman kolonial itu. Satu di antaranya, anggota DPR RI asal fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Indira Chunda Thita Syahrul YL. 

Melalui rekaman singkatnya kepada Rakyatku.com, Thita menganggap hari ini merupakan peringatan kesetaraan antara perempuan dan pria. Dia menilai tangan-tangan perempuan turut membesarkan bangsa ini. 

Kartini merupakan tokoh wanita dan Pahlawan Nasional di Indonesia yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879. 

Dia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi pada zaman kolonial di Indonesia yang menginginkan wanita Indonesia bisa mendapatkan kesetaraan status dalam masyarakat. Utamanya dalam bidang pendidikan. 

Loading...

Niatnya itu dituangkan dalam beberapa surat dan tulisan. Banyak dari pemikirannya tertuang dalam tulisan-tulisan, utamanya tentang keluhan dan gugatannya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan

Tahun 1903, Kartini berusia 24 tahun dan dinikahkan dengan Bupati Rembang. Lalu empat hari setelah melahirkan anak pertamanya, Kartini meninggal pada 17 September 1904 dengan usia 25 tahun.

Atas perjuangannya itu, dia dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia.

Loading...
Loading...