Kamis, 28 Juni 2018 23:46 WITA

Berhasil Ditemukan, Begini Kondisi Mahasiswa STIEM Bongaya yang Tersesat di Gunung Bulusaraung

Penulis: Azwar Basir
Editor: Nur Hidayat Said
Berhasil Ditemukan, Begini Kondisi Mahasiswa STIEM Bongaya yang Tersesat di Gunung Bulusaraung

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Sembilan mahasiswa STIEM Bongaya Makassar yang tersesat di Gunung Bulusaraung Desa Tompobulu Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep, Rabu (27/6/2018) ditemukan Kamis dini hari Wita (28/6/2018).

Kepala Resort Tompobulu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), Rista, menyampaikan pengelola pendakian Gunung Bulusaraung bersama Tim Basarnas Makassar merespons informasi tersebut. 

Berikut kronologisnya; pukul 17.30, sembilan pendaki mahasiswa STIEM Bongaya asal Makassar atas nama Sahrul (20), Miftah (20), Faradiba (19), Afandi (20), Urwa (21), Mitha (18), Dayat (18), Aldi (18) dan Ucu (18) melakukan registrasi di pos registrasi Desa Tompobulu Pangkep. 

"Setelah melakukan registrasi, para pendaki tersebut langsung melakukan pendakian melalui jalur legal. Pukul 21.00, pengelola pendakian Gunung Bulusaraung, yakni KPE Dentong mendapatkan telepon dari seroang pendaki, bahwa rombongan tersesat dan didapatkan informasi bahwa mereka berada di jalur Batu Putih, sehingga disarankan untuk berkemah di lokasi tersebut karena rombongan berencana untuk melanjutkan pendakian," ujarnya, Kamis (28/6/2018).

Selanjutnya, pada pukul 02.00 keesokan harinya, tim Basarnas dan potensi SAR sampai di pos registrasi Pendakian Gunung Bulusaraung atas informasi dari seorang pendaki yang tersesat. Kemudian, tim SAR berkoordinasi dengan KPE Dentong di Desa Tompobulu dan memutuskan untuk mencari rombongan tersebut.

Loading...

Pada pukul 04.00 tim menemukan rombongan di site Batu Putih dengan kondisi selamat dan sehat. Site Batu Putih merupakan jalur penelitian monyet hitam Sulawesi atau Macaca Maura yang biasa digunakan oleh peneliti dan petugas TN Babul untuk melakukan penelitian dan monitoring. 

"Tim dan pendaki turun menuju pos registrasi pukul 07.00 pagi, tim SAR, KPE Dentong, dan pendaki sampai di pos registrasi," tambahnya.

Selanjutnya, pihaknya mengimbau bagi Pendaki Gunung Bulusaraung untuk selalu menyimpan bukti registrasi pendakian dan menyimpan nomor pengelola Gunung Bulusaraung atau KPE Dentong guna memudahkan proses SAR dan lainnya. 

"Selain itu, jangan lupa untuk membawa handphone yang didaftarkan di pos registrasi saat registrasi sehingga proses pemantauan dari pos registrasi dapat berjalan lancar," paparnya.

Loading...
Loading...