Senin, 25 Juni 2018 08:20 WITA

Erdogan Menang Dalam Pemilihan Presiden Turki

Editor: Suriawati
Erdogan Menang Dalam Pemilihan Presiden Turki
Presiden Recep Tayyip Erdogan di sebuah tempat pemungutan suara di Istanbul pada hari Minggu. (Getty Images)

RAKYATKU.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memenangkan mayoritas suara dalam pemilihan presiden pada hari Minggu (24/06/2018).

Kemenangan tersebut dikonfirmasi setelah 97,7% suara dihitung. Kepala Badan Pemilihan Tertinggi Turki, Sadi Guven, mengatakan bahwa suara yang belum dihitung sejauh ini tidak akan mengubah hasil dan "Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menerima mayoritas suara."

Hasil perhitungan yang dikeluarkan oleh kantor berita resmi Anadolu menunjukkan bahwa Erdogan telah mengumpulkan 52,7% suara. Sementara penantangnya terberatnya, Muharrem Ince, memenangkan hampir 31 persen suara.

Pada pukul 10.30 malam, Erdogan memberikan pidato kemenangan di televisi. Ia mengatakan, "tampaknya bangsa telah memberi saya mandat kepresidenan... Saya ingin mengucapkan selamat kepada bangsa kita sekali lagi. Ini merupakan ujian demokrasi yang lain dan kami telah berhasil lulus tes ini."

Erdogan juga mengatakan bahwa tingkat partisipasi adalah 90%, jumlah yang luar biasa tinggi untuk setiap pemilihan.

Pemilihan itu adalah yang pertama diadakan setelah pemilih Turki secara menyetujui referendum tahun lalu untuk mengubah sistem pemerintahan parlementer menjadi presidensial.

Jika kemenangan Erdogan secara resmi dikonfirmasi, dia akan mendapatkan kekuatan baru saat dia kembali menjabat.

Selain memenangkan kursi presiden, partai Erdogan dan sekutunya, AKP-MHP tampaknya akan memiliki kekuatan di parlemen. Dalam pemilihan legislatif, yang digelar pada hari yang sama, AKP-MHP telah memenangkan sekitar 53 persen suara.

Kemenangan Erdogan diyakini berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi kerja sama dalam NATO, keamanan di Irak dan Suriah, dan kontrol arus imigrasi ke Eropa.

Seperti diketahui, Turki terus bekerja sama dengan mitranya di Barat dalam upaya kontraterorisme, tapi Erdogan telah menguji aliansi NATO dengan mendekatkan diri kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, membeli sistem pertahanan rudal Rusia dan merencanakan reaktor nuklir buatan Rusia di Turki.