Senin, 25 Juni 2018 02:00 WITA

KPU Komentari Pernyataan SBY Soal Aparat Tidak Netral

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
KPU Komentari Pernyataan SBY Soal Aparat Tidak Netral
Ketua KPU RI, Arief Budiman.

RAKYATKU.COM - Ketua KPU RI, Arief Budiman enggan menanggapi serius soal pernyataan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan ada oknum aparat yang tidak netral selama rangkaian Pilkada 2018 berjalan. 

Sebelumnya, SBY menyebut ada anggota TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) bersikap tidak netral. Meski tidak menyebut jumlah dan nama, SBY mengaku prihatin mengenai hal itu.

Menurut Arief, SBY hanya memberi pesan agar pihak-pihak yang bersangkutan tetap netral.  "Itu kan pesan biasa saja. Pesan untuk siapapun agar mengingatkan kembali," ucap Arief, Minggu (24/6).

Arief menegaskan bahwa isu anggota aparat tidak netral yang dihembuskan SBY tidak akan mengganggu Pilkada 2018. Meski pemungutan suara hanya tinggal hitungan hari, Arief yakin suasana akan tetap kondusif. Terlebih, ada pula sanksi yang akan diberikan andai ada aparat yang terbukti mendukung salah satu peserta pilkada.

"Ada regulasi yang bisa ditegakkan untuk menjaga itu," ujarnya.

Arief justru faham dengan sikap SBY. Menurutnya, semua pihak memang harus mengingatkan agar tidak ada aparat yang tidak netral. Semua harus independen demi pelaksanaan pemilu yang tertib, aman, dan damai.

"Enggak, semua orang memang harus berbuat seperti itu. Setiap orang pasti memberi seruan-seruan yang sama," ujar Arief, dilansir laman CNNIndonesia.

Arief pun mengaku telah membicarakan kewajiban aparat untuk bersikap netral selama rangkaian pilkada serentak 2018 berjalan dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Dia mengaku telah membahas hal itu bersama sejumlah petinggi institusi yang bersangkutan di kantor Kemenkopolhkam, Jakarta, pada Jumat (22/6). 

"Pas kemarin, kami rapat dengan Menkopolhukam kan sudah disampaikan. Komitmen semua aparat pemerintahan. Aparatur sipil negara, TNI, Polri, BIN. Memang sudah menjadi kewajiban mereka harus netral," ujar Arief.

Sebelumnya, SBY mengatakan ada oknum aparat di lingkungan TNI, Polri, dan BIN yang bersikap tidak netral selama rangkaian Pilkada Serentak 2018 berjalan. Dia bahkan menegaskan apa yang disampaikannya itu bukan informasi palsu atau hoaks.

"Tetapi yang saya sampaikan ini cerita tentang ketidaknetralan elemen atau oknum dari BIN, Polri, dan TNI itu ada, nyata adanya, ada kejadiannya, bukan hoaks. Sekali lagi ini oknum," kata SBY.