Minggu, 24 Juni 2018 15:13 WITA

Ayah Tewas Terbunuh Sehari Jelang Nikah, Resepsi Sepasang Mempelai Banjir Air Mata

Editor: Abu Asyraf
Ayah Tewas Terbunuh Sehari Jelang Nikah, Resepsi Sepasang Mempelai Banjir Air Mata
Pasangan Epa Fauziah (19) dan Muhammad Min Hajul Arifin (20) melangsungkan pernikahan di tengah suasana duka, Minggu (24/6/2018).

RAKYATKU.COM - Pernikahan mestinya menjadi hari paling membahagiakan bagi sepasang mempelai. Namun, itu tidak terjadi pada pasangan Epa Fauziah (19) dan Muhammad Min Hajul Arifin (20), Minggu(24/6/2018).

Alih-alih gembira, acara sakral itu justru banjir air mata. Epa Fauziah tidak bisa menyembunyikan kesedihannya ditinggal ayahnya, Dadan (54), sehari jelang ijab kabul. Tragisnya, Dadan tewas dengan golok tertancap di dadanya.

Dadan ditemukan tak bernyawa di kandang kambing tak jauh dari rumahnya Kampung Coblongan, RT 2 RW 18, Desa Tamanjaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu pagi (23/6/2018). Ia tewas dalam kondisi sebilah golok tertancap di dada.

Mengenakan gaun pengantin berwarna biru, Epa tampak berkali-kali mengelap air matanya di kursi pelaminan. Tidak ada senyum di wajahnya. Sementara sang suami, Muhammad Min Hajul Arifin berusaha tenang di sampingnya.

Asep Wahidin (54) sebagai perwakilan keluarga sekaligus saudara dekat mempelai pria mengatakan bahwa pernikahan tetap digelar tapi tidak berlangsung meriah sebagaimana telah direncanakan.

"Kita sudah musyawarah dua keluarga untuk acara hari ini. Kemarin saya katakan, acaranya dibuat sesederhana mungkin karena ini hari berkabung. Sehingga kemarin segala yang direncanakan untuk memeriahkan acara semuanya dibatalkan," tuturnya seperti dikutip dari Detikcom.

Sehingga, kata Asep, gelaran acara yang dilangsungkan hanya berupa ijab kabul diakhiri dengan makan siang bersama. Sementara pesta meriah hingga menyewa hiburan yang sebelumnya direncanakan tidak jadi digelar.

"Alhamdulillah tadi pagi ke sini. Kita melangsungkan ijab kabul saja. Setelah ijab kabul selesai, acara selesai," katanya.

Menurut Asep kondisi keluarga saat ini masih sangat terpukul karena kehilangan sosok Dadan. Sebab Dadan ditemukan tewas satu hari tepat sebelum anaknya menggelar pernikahan. 

"Keluarga di sini masih syok. Mestinya ini hari bahagia, hari bergembira. Jadinya, hari bahagia yang disirami air mata," ujarnya dengan nada haru.

Soal kasus, Aseo mewakili keluarga sudah menyerahkannya ke pihak kepolisian. Ia berharap pelaku bisa diberi hukuman setimpal dengan perbuatannya.

"Permintaan dari kami pihak keluarga, kalau sudah tertangkap pelakunya bisa dihukum dengan hukuman yang berlaku di negara Indonesia," ujar Asep.