Minggu, 24 Juni 2018 12:03 WITA

Layani Suami di Rutan, Wanita PNS Polri Ini Ikut Tidur Tanpa Kasur Empuk

Editor: Abu Asyraf
Layani Suami di Rutan, Wanita PNS Polri Ini Ikut Tidur Tanpa Kasur Empuk
Oknum PNS Polri berinisial UK (tengah) yang menyelundupkan sabu-sabu ke Rutan Polda Metro Jaya.

RAKYATKU.COM - Lama tidur terpisah dengan suaminya, wanita PNS Polri berinisial UK akhirnya bisa bersama-sama lagi. Wanita berjilbab dan berkacamata ini menyusul suaminya yang berinisial SGT tidur tanpa kasur empuk di balik jeruji besi.

UK sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus narkoba. UK sebelumnya diamankan karena kedapatan mencoba menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu untuk suaminya yang berada di dalam Rutan Polda Metro Jaya.  

"Yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka karena membawa narkoba jenis sabu," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan.

Suwondo mengatakan, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap UK. Polisi tengah melakukan penyidikan untuk mengusut tuntas kasus ini. "Yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari seseorang yang masih dalam pengejaran kami," kata dia.

Suwondo Nainggolan mengatakan, suami UK, oknum PNS Mabes Polri yang mencoba menyelundupkan tujuh paket sabu-sabu ke dalam Rutan Polda Metro Jaya terlibat dalam kasus peredaran pil ekstasi jumbo asal Jerman. 

"Suami yang bersangkutan (UK) terlibat kasus peredaran 25.000 pil ekstasi jumbo asal Jerman," ujar Suwondo seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (24/6/2018).

Ia mengatakan, saat ini suami UK yang berinisial S alias SGT tengah ditahan bersama sembilan tersangka lainnya yang juga terlibat kasus peredaran pil ekstasi ini. 

Polisi sebelumnya menyebut, sabu yang diselundupkan UK untuk suaminya diduga akan digunakan juga oleh tahanan lain. "(Sabu itu) akan digunakan suami dan tahanan lainnya di dalam rutan," ujar Suwondo, Sabtu malam (23/6/2018).

Kasus pil ekstasi jumbo asal Jerman diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada 5 April 2018 lalu. Ekstasi jumbo itu disebut akan diedarkan ke wilayah Jakarta dan Surabaya. 

"Beratnya 0,4 gram per butir. Ini berat yang tidak wajar, biasanya 0,2 gram (per butir). Jadi, kemungkinan ini akan dipecah lagi menjadi dua, satu butir menjadi dua," ujar Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Dony Alexander di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/5/2018).

Dony mengatakan, penyelundupan ekstasi ini bermula dari informasi dari kantor pos pusat dan bea cukai bahwa ada paket makanan ringan yang diduga narkoba akan dikirimkan dengan alamat tujuan Jalan Ahmad Yani, Gayungan, Surabaya. Ternyata di dalam paket tersebut berisi 25.000 butir ekstasi. 

Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan melakukan control delivery dan mengamankan dua tersangka berinisial FS dan SNL. Selanjutnya, dilakukan pengembangan kembali dan diamankan tiga tersangka berinisial AD, BKN, dan LKT. 
Dony melanjutkan, jaringan Surabaya ini ternyata merupakan jaringan yang sama dengan peredaran narkoba di Jakarta yang telah menjadi target operasi polisi sejak Februari 2018. 

Polisi menerima laporan dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman ekstasi ke daerah Gambir, Jakarta Pusat. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengamankan 25.000 butir ekstasi dan diamankan lima tersangka berinisial FN, FB, IRW, SGT, dan RL. Menurut Dony, karena berukuran jumbo, sebutir ekstasi dihargai sekitar Rp 500.000.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebelumnya mengatakan, UK menyelundupkan 7 paket sabu untuk suaminya yang tengah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Ia mengatakan, tujuh paket sabu tersebut ditemukan petugas saat tengah melakukan pemeriksaan sebelum UK masuk ke ruang besuk, pada Kamis (21/6/2018). 

Argo mengatakan, sabu tersebut disimpan dalam kemasan deodoran. Sebelum dimasukkan ke dalam kemasan deodoran, sabu dimasukkan ke dalam tujuh plastik klip berukuran kecil dan dikemas kembali dalam plastik klip dengan ukuran lebih besar. Kepada polisi, UK mengaku baru sekali beraksi. Namun, polisi masih terus mendalami terkait hal ini.