Sabtu, 23 Juni 2018 13:57 WITA

OPINI

Pilkada Serentak dan Para Pemburu Mandat Rakyat

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pilkada Serentak dan Para Pemburu Mandat Rakyat
Hasmawati Salehe (Ist).

“Pilkada bukanlah semata panggung meraih kuasa bagi para calon kepala daerah. Pilkada juga adalah panggung rakyat, memilih yang tulus mengabdi. Bukan pengumbar janji-janji manis, lalu abai setelah Pilkada berlalu.” 

Pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember 2015 di 269 daerah, menjadi momentum bagi pelaksanaan Pilkada serentak di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2017, Pilkada serentak digelar di 101 daerah. Dan tahun ini, untuk ketiga kalinya, Pilkada serentak akan kembali di gelar di 171 daerah yang tersebar di Indonesia. 

Sulawesi Selatan adalah satu di antara provinsi yang akan ikut dalam pesta demokrasi yang akan digelar tahun ini. KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Sulawesi Selatan melalui rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 12 Februari 2018 beberapa waktu lalu di Hotel Sheraton Makassar, secara resmi telah menetapkan empat pasangan calon yang ikut di Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang. 

Pasangan tersebut adalah, Nurdin Halid-Aziz Qahar Muzakkar (NH-Azis) Agus Arifin Nu’mang-Tanri Balilamo (Agus Tanribali), Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Keempat pasangan ini bertarung memenangkan hati rakyat. Merebut mandat dan mengambil alih tahta Sulawesi Selatan. Menggantikan posisi Sang Komandan, Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan selama dua periode bertutut-turut.

Mengenal Para Pemburu Mandat

Satu di antara pasangan calon yang bertarung di Pilgub Sulawesi Selatan tahun ini, kelak akan menentukan kesejahteraan rakyat dan masa depan Sulawesi Selatan untuk lima tahun ke depan. Karena itu, apa saja yang terkait dan terikat dengan para calon harus ditelusuri. Mengenal lebih jauh sosok para pemburu mandat rakyat ini adalah sebuah kemestian.

Keempat calon gubernur peserta Pilgub Sulawesi Selatan tahun ini, bukanlah orang-orang biasa. Mereka adalah orang-orang dengan sejumlah pengalaman dan prestasi. 

Nurdin Halid adalah Politisi senior di partai Golongan Karya (Golkar). Selain sebagai Ketua Harian, ia juga merangkap jabatan sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan menggantikan Syahrul Yasin Limpo. Dalam karir politiknya, Nurdin Halid pernah menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golkar. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Agus Arifin Nu’Mang adalah Petahana yang merupakan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang mendampingi Syahrul Yasin Limpo selama dua periode. Sebelumnya, Agus tercatat sebagai legislator DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Di antara masa itu, posisi Wakil Ketua hingga Ketua DPRD pernah dijabatnya. 

Nurdin Abdullah adalah Bupati Bantaeng selama dua periode. Ia dikenal sebagai kepala daerah dengan sederet inovasi, prestasi dan penghargaan. Profesor di bidang agrikultur ini bahkan pernah mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Perubahan bersama beberapa tokoh lain, di antaranya Tri Rismaharini dan Din Syamsuddin. 

Ichsan Yasin Limpo adalah mantan Bupati Kabupaten Gowa selama dua periode. Sang Punggawa yang merupakan penerus trah Yasin Limpo, adik kandung Syahrul Yasin Limpo ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, juga Bendahara DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Pilihan Rakyat

Pilkada serentak kian nyata. Hari pemilihan semakin dekat. Meski konstalasi politik masih sangat mungkin berubah, tapi satu hal yang pasti, siapapun kelak yang berhasil memenangkan hati rakyat, mendapatkan mandat dan menggantikan posisi Sang Komandan mestilah bekerja sepenuh hati untuk mensejahterakan rakyat tanpa kecuali. Kemenangan yang diraihnya mestilah dipahami sebagai kemenangan bersama seluruh rakyat Sulawesi Selatan. 

Kelak, Sang penerima mandat yang menjadi pilihan rakyat, masih dan harus terus berjuang memenuhi janji, menunaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya sebagai pemimpin. Menjadi oase bagi rakyat yang dahaga akan teladan kepemimpinan.

Penulis: Hasmawati Salehe (Founder of Panrita Foundation).