Jumat, 22 Juni 2018 20:45 WITA

Penjelasan Disdukcapil Sulsel soal Legalisir KK dan Akte Kelahiran Siswa

Penulis: Azwar Basir
Editor: Adil Patawai Anar
Penjelasan Disdukcapil Sulsel soal Legalisir KK dan Akte Kelahiran Siswa

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Disdukcapil-KB Sulsel, Sukarniaty Kondolele menjelaskan mengenai masalah siswa-siswi yang harus mendatangi Disdukcapil setempat untuk legalisir KK dan akte kelahiran sebagai bagian dari PPDB 2018. 

"Disdukcapil-KB mensupport PPDB 2018 ini yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan karena kita sudah punya perjanjian kerjasama yang kita tanda-tangani," ujar Sukarniaty Kondolele.

Sukarniaty Kondolele mengatakan, pihaknya tidak bisa serta merta memberikan data kepada Disdik Sulsel. Hal ini disebabkan karena hak pengguna akses akan diberikan kepada pengguna dalam hal ini Disdik Sulsel jika hardware, software, dan operator sudah siap. 

Ia pun menjelaskan, posisi akses data bisa digunakan oleh pengguna data dengan ketentuan tertentu. Salah satunya hak akses data kependudukan harus harus diusulkan ke Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil atau Kementerian Dalam Negeri karena hak akses adalah kewenangan Mendagri. 

"Makanya, sambil menunggu proses tersebut, kita memberikan data yang sudah diserahkan dan itupun harus kita minta ke gubernur terlebih dahulu, izin dari gubernur," ujarnya. 

Ia kemudian menambahkan, setiap data kependudukan harus dijaga kerahasiannya, dan pemberian akses terikat dan mengacu pada undang-undang. 

loading...

"Termasuk KK data yang dilindungi kerahasiannya oleh Undang-Undang. Ada proses dan prosedurnya yang berkaitan dengan hal tersebut," ujarnya. 

Ia menjelaskan, KK sebagai salah satu dokumen kependudukan hanya bisa diperoleh di Disdukcapil,  sedangkan KK yang diterbitkan dari kecamatan sudah tidak berlaku. 

"Sekarang yang legal dan sahih itu adalah KK yang dikeluarkan, diterbitkan dan ditandatangani serta distempel oleh Disdukcapil," jelasnya. 

Data yang dibutuhkan untuk PPDB 2018 baru diserahkan kemarin, karena elemen data yang ada harus diolah dan dipilah berdasarkan kebutuhan yang ada.  

"Jadi kami kemarin juga baru menyerahkan data kepada Disdik karena kami juga harus pilah-pilah data itu dan diolah. Tidak bisa kami serahkan data mentah kependudukan," paparnya. 

Loading...
Loading...