Jumat, 22 Juni 2018 09:17 WITA

Dilapor ke Polisi Kasus Penganiayaan, Politikus PDIP: Hehe...Gitu Ya

Editor: Abu Asyraf
Dilapor ke Polisi Kasus Penganiayaan, Politikus PDIP: Hehe...Gitu Ya
Korban pengeroyokan Ronny Kosasih Yuliarto (kanan) bersama istri.

RAKYATKU.COM - Kasus dugaan pengeroyokan yang diduga dilakukan anggota DPR RI asal PDIP Herman Hery mendapat perhatian publik. Apa sebab? Politik asal Nusa Tenggara Timur itu menyebut laporan polisi tersebut fitnah dan pencemaran nama baik.

Warganet pun langsung main tebak-tebakan. "‏Kita liat aja mana yg lebihdulu ditindaklanjuti polisi.... apakah laporan penganiayaan atau laporan pencemaran nama baik," tulis pemilik akun Twitter @kangsemproel.

Herman Hery terkesan santai menanggapi laporan korban pengeroyokan, Ronny Kosasih Yuliarto kepada polisi. Ketika dikonfirmasi tentang pengakuan korban, Herman hanya menjawab, "He he...., gitu ya...," tulisnya lewat pesan WhatsApp seperti dikutip dari Tempo.

Dilapor ke Polisi Kasus Penganiayaan, Politikus PDIP: Hehe...Gitu Ya

Sebelumnya, Herman Hery juga meminta agar kasus ini dicek lebih dahulu. "Cek yang benar dulu, cek ke polres dulu, jangan menuduh orang tanpa alat bukti, oke?" katanya.

Sebelumnya, pengacara Herman, Petrus Selestinus menyesalkan pemberitaan media yang dianggap sepihak. 

“Pemberitaan yang hanya mendengar dari satu sumber yang mengaku sebagai korban yaitu Sdr. Ronny Kosasih Yuliarto, Istri dan dua anaknya tanpa konfirmasi dan cek and ricek kepada Herman Hery sebagai pihak yang disebut-sebut sebagai pelaku penganiayaan, jelas telah melanggar hak-hak Herman Hery. Karena selain Herman Hery bukan pelakunya, juga pemberitaan itu telah dilakukan secara sepihak dengan menyebutkan nama Herman Hery secara lengkap, tanpa menggunakan inisial,” jelas Petrus, Kamis (21/6/2018).

Kasus ini berawal saat Ronny memacu mobilnya melewati jalur busway. Oleh polisi, Ronny ditilang polisi. Mobil Herman yang berada di belakang mobil Ronny disebut tak ikut ditilang. Ketika Ronny menanyakan itu pada aparat yang menilangnya, Herman langsung menghampiri Ronny dan saat itu terjadi penganiayaan.

Saat mendapat serangan itu, Ronny pun refleks membalas aksi anggota DPR Dapil NTT itu. Namun ajudan Herman langsung menyerang Ronny untuk membela tuannya. Dan korban pun terjatuh di jalur busway.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/6/2018). Ronny melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan. Ronny meyakini Herman merupakan salah satu orang yang mengeroyoknya pada 10 Juni 2018 tersebut.

Menurut Ronny, dia dikeroyok oleh Herman dan ajudannya di Jalan Arteri Pondok Indah, sekitar pukul 21.30-22.00 WIB. Kala itu mobilnya diberhentikan polisi karena masuk ke jalur busway. Di belakang mobilnya ada mobil Rolls-Royce bernomor polisi B-88-NTT yang diyakini milik Herman.

Kuasa hukum Ronny, Febby Sagita, mengklaim telah mengecek mobil tersebut dengan meminta bantuan beberapa komunitas otomotif. Febby tak mengingat jumlah komunitas yang dimintai tolong. Pengecekan itu mendapatkan hasil bahwa mobil tersebut dimiliki oleh PT Satria Mega Kencana yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. 

"Dan kemudian kita dapat petunjuk bahwa HH adalah orang yang biasa menggunakan mobil tersebut," ujar Febby.

Setelah itu, Febby mencari foto Herman Hery dan mengkonfirmasi ke Ronny dan istri Ronny bernama Iris Ayuningtyas. Keduanya memastikan, foto Herman sesuai dengan wajah pelaku pengeroyokan. "100 persen mereka yakin," ujar Febby.

Ronny telah menyerahkan bukti terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan Hery dan ajudannya terhadap di Jalan Arteri Pondok Indah. "Hari ini kami menyampaikan bukti-bukti yang kami punya, jadi foto-foto hasil visum beserta mobil pelaku yang berhasil difoto oleh korban. Kemudian hasil visum sedang diminta oleh pihak Polres ke Rumah Sakit Pusat Pertamina yang melakukan visum," ujar kuasa hukum Ronny, Febby Sagita.

Foto-foto itu memperlihatkan jari kelingking Ronny mengalami patah serta luka lebam di kepala dan tubuh karena dipukul dan ditendang. Istri Ronny, Iris Ayuningtias juga mengalami luka lebam di tubuh saat hendak melindungi Ronny dari pengeroyokan.

Pemeriksaan akan dilakukan Senin pekan depan. Kedatangan Ronny dan kuasa hukumnya saat ini sebatas menghadiri pemanggilan serta menyerahkan bukti yang mendukung pelaporannya. 

"Dan hari ini juga secara formal disampaikan pemanggilan terhadap korban dan juga istri, termasuk korban dan saksi juga untuk menghadap di hari Senin minggu depan untuk dilakukan BAP. Kami hari ini juga serahkan bukti-bukti," ujar Febby.