Kamis, 21 Juni 2018 09:35 WITA

"Mudik Neraka" Membuat Habiburokhman Berurusan dengan Polisi

Editor: Aswad Syam
Habiburokhman sedang membaca koran di pesawat saat mudik.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Seorang mahasiswa bernama Danick Danoko, melaporkan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra Habiburokhman ke Polda Metro Jaya. Danick menilai Habiburokhman menyebarkan berita bohong soal 'mudik seperti neraka'.

Sebelumnya, Habiburokhman mengaku mudik tahun ini seperti neraka. Dia menuturkan mobilnya harus menunggu lama untuk bisa masuk ke kapal.

"Mobil saya nyangkut dari habis sahur sampai jam 12.30 siang baru naik kapal gitu loh, itu lancar apanya. Itu namanya 'neraka' mudiklah gitu," di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/6/2018) lalu.

Belakangan diketahui Habiburokhman tak melewat di jalur darat dan naik pesawat. Dia menyatakan sopirnya yang melintas lewat Merak.

"Iya lapor (ke Polda Metro Jaya)," kata Danick seperti dilansir detikcom, Kamis (21/6/2018).

Danick mengatakan, pernyataan Habiburokhman soal kemacetan di Pelabuhan Merak, Banten pada tanggal 13 Juni 2018 lalu, tidak sesuai fakta di lapangan. Danick sendiri mengaku pada tanggal yang sama berada di Merak dan tidak menemukan kemacetan seperti yang digambarkan oleh Habiburokhman.

"Saya H-2 itu melakukan perjalanan dari rumah ke Merak, Banten untuk nganter rekan, nganterin teman saya. Dalam perjalanan itu tidak menemukan ada kemacetan seperti yang dibilang oleh Pak Habiburokhman ini. Tapi saya nggak ke Lampung, saya balik lagi ke Jakarta. Saya cuma nganter doang sampai pelabuhan, terus saya pulang lagi ke Jakarta," tutur dia.

Menurut Danick, saat itu arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak terpantau lancar. Kepadatan hanya terjadi selepas exit Tol Merak.

"Nggak ada macet yang berlebihan, paling cuma antrean keluar exit tol atau nunggu kapal," imbuhnya.

Danick saat itu berangkat dari rumahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat sekitar pukul 07.00 WIB dan sampai di Merak sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah mengantarkan temannya ke Merak, Danick kembali pulang ke Jakarta.

"Saya nganter doang. Balik lagi pulang karena nggak mau ke Lampung juga.
Teman memang orang Lampung, dia di sini ada urusan. Nggak ada (kemacetan saat pulang ke Jakarta), malah lancar banget," ucap dia.

Danick pun berharap Habiburokhman, sebagai publik figur, dapat menjaga pernyataannya agar tak menyesatkan publik. Dia meminta tak ada yang direkayasa dari arus mudik Lebaran tahun ini.

"Karena gini yang saya pengen bang Habiburokhman ini kan Ketua DPP Gerindra terus dia juga Ketua ACTA. Dia suka ngetweet di Twitter, atau di media-media lain sering ngomong. Ya Kalau misalnya dia, kalau saya pengennya dia ini, ngomongnya udahlah yang benar-benar terjadi aja. Jangan direkayasa. Jangan dipelintir, apalagi yang saya tahu dia nggak naik mobil ke Lampung, tapi pakai pesawat," tuturnya.

Laporan Danick tertuang dengan nomor laporan TBL/3266/VI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 20 Juni 2018. Perkara yang dilaporkan adalah ujaran kebencian bermuatan permusuhan dan SARA dan atau pencemaran nama baik melalui medi elektronik dengan pasal pasal 14 dan pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan atau pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 dan atau Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 UU RI No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI No 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP. 

Sebagai barang bukti atas laporannya itu, Danick menyertakan print out statement Habiburokhman di sejumlah media, print out statemen bantahan pihak Kemenhub serta print out bukti tiket pesawat Habiburokhman yang dia dapat dari media sosial.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan itu saat ini masih diteliti oleh polisi.

"Ya betul dilaporkan oleh warganet," kata Argo.