Kamis, 21 Juni 2018 09:26 WITA

6 Orang Tewas Gara-gara Berita Hoax di WhatsApp

Editor: Suriawati
6 Orang Tewas Gara-gara Berita Hoax di WhatsApp
Rema Rajeshwari memberikan penjelasan tentang berita hoax di desa Balgera, Telangana, India, pada 12 Juni. (Bloomberg)

RAKYATKU.COM - Penyebaran berita palsu melalui aplikasi perpesanan WhatsApp telah menyebabkan enam orang tewas di India. Pesan tersebut memperingatkan orang-orang bahwa para penculik anak dan pembunuh sedang berkeliaran.

Desas-desus ini membuat penduduk desa pedesaan yang khawatir berpatroli, dengan mencari siapa pun yang tidak mereka kenal. Massa ini telah membunuh banyak orang. Pada bulan Mei dan Juni saja, setidaknya enam orang tewas dalam serangan massa terkait WhatsApp di Assam timur, Maharashtra barat dan Tamil Nadu selatan.

Untuk mencegah hal-hal lebih buruk terjadi, polisi India mendatangi desa-desa dan memberikan pemahaman pada warga.

"Anda melihat pesan-pesan ini, foto-foto dan video ini, tapi Anda tidak memeriksa apakah itu asli atau palsu, Anda hanya meneruskannya," kata polisi Rema Rajeshwari, di salah satu desa di India, dikutip Bloomberg.

Rajeshwari memberitahu mereka bahwa "jangan menyebarkan pesan-pesan ini. Dan ketika orang asing datang ke desa Anda, jangan main hakin sendiri. Jangan bunuh mereka."

Menanggapi penyebaran berita palsu melalui WhatsApp, jurubicara perusahaan, Carl Woog mengakui bahwa beberapa orang menggunakan layanan pengiriman pesan untuk menyebarkan "kesalahan informasi yang berbahaya." Tapi ia menambahkan bahwa perusahaan berusaha untuk membuat itu lebih sulit, terutama menjelang pemilihan India 2019.

Loading...

"Kami bekerja untuk memberi orang lebih banyak kontrol atas diskusi kelompok dan terus mengembangkan alat kami untuk secara otomatis memblokir konten yang tidak diinginkan," kata Woog, yang berbasis di San Francisco.

"Menjelang pemilu tahun depan, kami akan meningkatkan upaya pendidikan kami sehingga orang-orang tahu tentang fitur keselamatan kami dan cara mengetahui berita palsu dan tipuan."

India akan melakukan pemilihan umum pada 2019. Momen ini dikhawatirkan bisa meningkatkan penyebaran berita hoax, atau pesan yang dipolitisasi, yang bisa memicu ketegangan Hindu-Muslim.

Di India, lebih dari 200 juta orang menggunakan WhatsApp untuk mengirim 13,7 miliar pesan setiap hari.

Tags
Loading...
Loading...