Selasa, 19 Juni 2018 20:08 WITA

Pacar Dibayar Semangkuk Bakso, Remaja 18 Tahun Tewas Dikeroyok Penikmat

Editor: Abu Asyraf
Pacar Dibayar Semangkuk Bakso, Remaja 18 Tahun Tewas Dikeroyok Penikmat
Tiga pelaku pengeroyokan yang berujung kematian.

RAKYATKU.COM - Tragis benar nasib remaja berinisial AW (18). Alih-alih dapat untung dengan menjajakan kekasihnya kepada pria hidung belang, dia justru tewas mengenaskan usai dikeroyok penikmat pacarnya.

Ironinya lagi, tiga pelaku menganiaya dirinya adalah rekannya sendiri. Warga Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu tewas di depan kekasihnya, tak jauh dari Hotel WS di kawasan Sukaraja.

Keributan terjadi setelah korban yang dalam keadaan mabuk mengamuk. Dia tak terima lantaran kekasihnya dibayar setengah dari harga kesepakatan usai berhubungan badan dengan tiga temannya tersebut.

Pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu (16/6/2018). Saat itu tiga teman korban berinisial IH (29), E alias Batik (34), dan SZ alias Jai (32) mengaku sedang mencari wanita penghibur kepada korban AW.

AW saat itu menawarkan kekasihnya berinisial HDP. Setelah harga disepakati AW kemudian membawa kekasihnya itu ke Hotel WS di kawasan Sukaraja. Sambil menunggu kekasihnya, korban saat itu diberi dua botol minuman keras oleh para pelaku, mereka pun minum bersama.

"Dalam keadaan mabuk AW tiba-tiba terlibat cekcok dengan para pelaku lantaran teman wanitanya bercerita tidak menerima bayaran sesuai kesepakatan," jelas Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo didampingi Kasatreskrim AKP Budi Nuryanto seperti dikutip Detikcom, Selasa (19/6/2018).

Melihat AW mengamuk, tiga pelaku lalu menganiaya AW hingga mengalami luka patah tulang dan tewas saat mendapat perawatan di rumah sakit.

Polisi kemudian bergerak usai menerima laporan dari warga setempat. Saat itu warga mengadukan ada sesosok tubuh tergeletak tidak bergerak di sekitar Jalan Raya Sukabumi-Cianjur. Hasil penyelidikan didapat informasi jika korban dikeroyok oleh tiga orang pelaku.

"Anggota Buser bergerak, kurang dari 1x24 jam kasus tersebut terungkap. Tiga pelaku kita amankan berikut barang bukti minuman keras sementara saksi berinisial HDP atau teman wanita korban juga kita mintai keterangan," lanjut Susatyo.

Sementara itu SZ, salah seorang pelaku membenarkan dia dan dua temannya sudah sepakat untuk membayar kekasih korban dengan uang Rp600 ribu. Namun kenyataannya salah seorang temannya hanya memberikan uang Rp300 ribu ditambah satu mangkuk bakso.

"Ini teman saya keukeuh katanya ngasih Rp600 ribu, padahal si perempuannya bilang hanya diberi Rp300 ribu. Dalam keadaan sama-sama mabuk begitu, dia (korban) ngamuk dan membuat kami juga emosi dan terpaksa ngeroyok dia," kata SZ.