Selasa, 19 Juni 2018 19:17 WITA

Komisioner Ombudsman Beber "Skenario" Penunjukan Iwan Bule di Jabar

Editor: Abu Asyraf
Komisioner Ombudsman Beber
Adrianus Meliala

RAKYATKU.COM - Penunjukan Komjen M Iriawan sebagai karteker gubernur Jawa Barat terkesan sudah direncanakan dengan rapi. Begitu kesan yang ditangkap komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala.

Dia mengaku penasaran dengan penunjukan polisi yang akrab disapa Iwan Bule itu. Dia melihat adanya unsur pemaksaan saat pelantikan dilakukan.

"Kok kayak ada yang dipaksakan seolah-olah tanpa Pak Iriawan seperti Jawa barat akan rusuh. Karena kesannya dia bintang dua. Mungkin sebagai bintang dua dia tidak memenuhi beberapa pasal dalam undang-undang, maka kemudian dibintang tiga kan sebagai Sestama di Lemhanas. Dan kemudian dia telah memenuhi unsur pimpinan madya itu dan beliau jadi Plt," jelasnya.

Adrianus menilai langkah Tjahjo melantik Iriawan terkesan sudah direncanakan dan dipersiapkan sebelumnya. 

"Seolah beliau (Iriawan) dipersiapkan sejak awal jadi Plt. Saya bertanya memang ada apa sih di Jawa Barat dan kenapa sih harus Iriawan. Dan ini sudah keluar dari unsur legal dalam administratif dan dari Kemendagri pasti sudah menghitung deh," ujar Adrianus.

Ia kemudian menyarankan agar Bawaslu dan KPU dapat bantu memberikan keterangan, agar publik memiliki pemahaman yang jelas terkait polemik pengangkatan pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

"Itu analisis yang di luar Ombudsman tuh, sudah analisis politik mungkin KPU Bawaslu dan pengamat politik yang ngomong," tutup Adrianus. 

Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman berencana melaporkan Tjahjo ke Ombudsman RI karena melantik Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jabar. Ia menilai ada pelanggaran administrasi dalam pelantikan tersebut. Lebih lanjut, Habiburokhman meminta Ombudsman menggunakan kewenangannya agar Tjahjo melaksanakan rekomendasi atau dinonaktifkan.

"Kalau dari ACTA mau datang ya monggo kami menerima. Kami proses, kami akan review, desk review dulu, kemudian kami panggil orangnya terlapor dan pelapor," kata Adrianus di Tanah Abang, Jakarta Pusat seperti dikutip dari Kumparan.com, Selasa (19/6/2018).