Selasa, 19 Juni 2018 17:52 WITA

Ini Percakapan Lengkap Romi yang Bikin Cak Imin Tersinggung

Editor: Abu Asyraf
Ini Percakapan Lengkap Romi yang Bikin Cak Imin Tersinggung
Muhaimin Iskandar (kiri) bersama Romahurmuziy dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Persaingan berebut cawapres Jokowi kian panas. Terbaru, candaan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy dalam sebuah pertemuan silaturahmi ternyata membuat Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tersinggung.

Protes itu disampaikan Cak Imin lewat Twitter pada Senin (18/6/2018). Cak Imin mengaku jadi malas berhubungan dengan PPP karena Romi mengaku mengajak Cak Imin bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi. 

"Judul berita plintiran Romi ini yang bikin malas berhubungan sama P3, dlm acara itu malah romi bilang kalo ada peluang dengan gatot kabar kabari ya kalo menarik! nah lho!!" tulis Cak Imin. 

Wasekjen PKB Daniel Johan mengatakan peluang soal Gatot itu disampaikan Romi. "Itu Romi yang menyampaikan," kata Daniel, Selasa (19/6/2018).

Apa sebenarnya isi obrolan yang memicu ketersinggungan Cak Imin tersebut. Sekjen PPP Arsul Sani membeberkan bahwa Cak Imin dan Romi bertemu dalam sebuah silaturahmi keluarga dan berbincang secara informal soal koalisi dan Pilpres 2019. Perbincangan itu diselingi canda dan tawa. 

"Romi bertanya tentang wacana yang berkembang soal poros ketiga dengan memasangkan Gatot Nurmantyo-Cak Imin. Tentu sebagaimana kultur warga NU, pembicaraan di forum silaturahmi tersebut banyak bercanda dan tertawanya," ungkap Arsul melalui pesan singkat.

Romi menilai cuitan Cak Imin itu misleading. Obrolan antara Romi dan Cak Imin disampaikan dalam suasana canda.

"Yang disampaikan Romi adalah kalau memang PKB ingin memasangkan Gatot dengan Cak Imin atau PKB akan usung capres lain yang bisa terima syarat cawapres harus Ketum PKB, maka Romi minta diinfokan saja segera supaya koalisi partai pengusung Jokowi menjadi tidak perlu menunggu terlalu lama lagi dalam membahas soal pencapresan Pak Jokowi, termasuk soal cawapresnya," beber Arsul. 

PPP heran atas sikap Cak Imin yang kemudian malah memprotes lewat Twitter. Padahal seharusnya hal itu dapat disampaikan lewat tabayun. 

"Sebetulnya daripada membuat keramaian di jagat Twitter, kelihatan akan lebih matang dalam berpolitik bagi politisi senior seperti Cak Imin untuk 'meluruskannya' via counter berita di media dan melakukan juga tabayun (klarifikasi) dengan Romi, apalagi mereka keluarga," katanya. 

Arsul lalu menjelaskan maksud Romi yang memastikan koalisi pendukung Jokowi. Itu adalah hasil perbincangan Romi dengan Jokowi, yaitu agar parpol yang sudah mendukung Jokowi dapat memastikan ke 3 parpol, yaitu PD, PAN, dan PKB, apakah akan bergabung dengan koalisi. 

"Sebenarnya apa yang disampaikan oleh Romi kepada Cak Imin dalam konteks itu, yakni agar PKB memantapkan dukungannya kepada Jokowi segera via forum permusyawaratan partai di PKB tentunya. Kalau soal cawapres, nanti dimusyawarahkan bersama dengan Pak Jokowi dan parpol-parpol lainnya," tutup Arsul seperti dikutip dari Detikcom.


 

Berita Terkait