Senin, 18 Juni 2018 22:16 WITA

Ihh Seram, Ini Pengakuan Sopir Pikap yang Terbalik di Tanjakan Bijawang

Penulis: Rahmatullah
Editor: Aswad Syam
Ihh Seram, Ini Pengakuan Sopir Pikap yang Terbalik di Tanjakan Bijawang
Korban di tanjakan Bijawang, Bulukumba.

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Kecelakaan mobil yang memuat 14 penumpang di pendakian Bijawang, Bulukumba, mengisahkan cerita misteri dari sang sopir.

Sebanyak 14 orang penumpangnya, mengalami trauma hebat, setelah dijungkirkan di tengah tanjakan Bijawang, yang memang dikenal keramat itu.

Empat orang penumpangnya, bahkan mengalami kritis di RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, karena benturan keras di kepala dan dadanya. Salah satu korbannya bernama Hakim,terluka di kepala.

Namun, sebuah pengakuan menakutkan diungkap pengemudi pikap yang bernama Ashabul. Dengan spontan, ia mengaku memutar setir mobilnya ke kiri hingga menabrak pembatas jalan yang terbuat dari besi itu.

"Saya kaget dan langsung banting setir ke kiri. Setelah saat itu saya menjadi seperti hilang ingatan," ujarnya.

Pengakuan Ashabul, saat itu sekitar pukul 03.00 dinihari. Ia melintas hendak pulang ke kampung halamannya di Malleleng, Desa Topare, Kecamatan Kajang. Bersama rombongan yang baru saja pulang dari RSUD Sulthan Dg Raja, Bulukumba, membesuk kerabatnya yang habis melahirkan.

"Mobil berjalan tidak cepat, tapi menghindari sesuatu di hadapan saya," katanya dengan wajah tegang.

Pengakuannya, dia melihat bayangan putih yang tepat berdiri di hadapannya dan menatapnya menembus kaca depan mobil. Karena takut menabrak, akhirnya spontan tangannya memutar kemudi ke kiri.

"Ada di depanku berdiri putih, itu saya hindari," akunya.

Setelah penumpangnya berhamburan, Ia baru sadar jika baru saja mengalami kecelakaan hebat. Saat itu, kendaraan sama sekali tidak ada yang melintas. Hanya suara-suara menyeramkan dan rintihan kesakitan yang terdengar dari sela-sela padi dan memantul di pebukitan di daerah itu.

Beruntungnya, masih ada penumpang lain yang tak mengalami luka parah dan menghubungi kerabatnya di kampung, jika Ia mengalami kecelakaan.

Saat ini, korban mengalami perawatan di RSUD Bulukumba. Beberapa lainnya telah dikembalikan karena sudah membaik.