Senin, 18 Juni 2018 09:36 WITA

Serangan Koalisi Saudi di Yaman Tewaskan Ratusan Orang

Editor: Suriawati
Serangan Koalisi Saudi di Yaman Tewaskan Ratusan Orang
Hodeidah, Yaman (Reuters)

RAKYATKU.COM - Ratusan orang tewas dan ribuan lainnya melarikan diri setelah koalisi pimpinan Saudi meluncurkan serangan di Hodeidah di Yaman Barat, untuk merebut pelabuhan tersebut dari pemberontak Houthi.

"Pesawat koalisi melakukan lebih dari 20 serangan hingga sekarang dan mengguncang kota," kata warga bernama Akram Yihya, dikutip dari Global News. "Kami dapat dengan jelas mendengar pertempuran dan rudal mendarat di area dekat bandara."

Warga lainnya yang tidak disebutkan namanya mengatakan pada RT bahwa "Serangan udara sangat berat dan keras di belakang sana, menghantam manusia, pohon dan rumah, semuanya."

"Banyak orang tewas, anak-anak dan manula dalam penembakan Hodeidah oleh pasukan pimpinan Saudi," kata warga sipil lainnya.

Pada hari Jumat, AP melaporkan bahwa jumlah korban tewas sejak operasi diluncurkan telah mencapai lebih dari 280 orang. Namun jumlah tersebut dikhawatirkan akan bertambah.

Sementara itu, menurut laporan terbaru Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, lebih dari 4.000 keluarga telah meninggalkan kota itu sejak 1 Juni.

Pada hari Sabtu, koalisi mengumumkan bahwa operasi militer tidak akan dihentikan sampai mereka berhasil merebut kota Hodeidah.

"Operasi militer untuk membebaskan kota Hodeidah tidak akan dihentikan sampai kami mengamankan kota dan pelabuhan strategisnya dan itu tidak akan berlangsung terlalu lama," kata Sadek Dawad, juru bicara Republic Guards, kepada AP.

Namun pertempuran untuk Hodeidah diyakini bisa berlarut-larut, dan menciptakan lebih banyak penderitaan bagi warga sipil yang telah mengalami serangan udara, blokade pelabuhan, kelaparan dan epidemi kolera. Serangan itu juga bisa memiliki konsekuensi lebih jauh dalam perang proksi antara Arab Saudi dan Iran yang telah memicu ketidakstabilan di Timur Tengah.

Koalisi Saudi melancarkan serangan di Riyadh Hodeidah karena menganggap pelabuhannya digunakan kaum Houthi untuk menyelundupkan senjata buatan Iran, termasuk rudal yang digunakan untuk menargetkan kota-kota Saudi. Namun tuduhan tersebut dibantah oleh kelompok itu sendiri dan juga Iran.

Tags