Senin, 18 Juni 2018 09:14 WITA

Korea Selatan dan Amerika Serikat Akan Hentikan Latihan Gabungan Pekan Ini

Editor: Andi Chaerul Fadli
Korea Selatan dan Amerika Serikat Akan Hentikan Latihan Gabungan Pekan Ini
FOTO: AFP

RAKYATKU.COM - Korea Selatan dan Amerika Serikat diperkirakan akan mengumumkan penangguhan "latihan militer berskala besar" minggu ini, dengan ketentuan bahwa mereka akan memulai kembali jika Korea Utara gagal memenuhi janjinya untuk denuklirisasi, kantor berita Yonhap mengatakan pada hari Minggu. 

Mengutip sumber pemerintah setempat yang tidak disebutkan namanya, Senin (18/6/2018), kantor berita Korea Selatan mengatakan penangguhan itu kemungkinan hanya mempengaruhi latihan gabungan, bukan lagi pelatihan militer rutin.

Sumber itu mengatakan pada hari Minggu (17 Juni) bahwa sekutu kemungkinan akan memasukkan klausul "snapback" dalam pengumuman itu, menunjukkan bahwa latihan akan dilanjutkan jika Pyongyang gagal memenuhi komitmen denuklirisasi.

Pada tahun 1992, Seoul dan Washington membatalkan latihan "Team Spirit" mereka di tengah dialog dengan Korea Utara. Latihan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Presiden AS Donald Trump mengejutkan para pejabat di Seoul dan Washington ketika ia berjanji untuk mengakhiri "permainan perang" setelah pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura pada 12 Juni.

Sumber itu juga mencatat bahwa penyebutan Trump tentang "permainan perang" mungkin melibatkan manuver tahunan berskala besar, seperti latihan Spring Resolve dan Foal Eagle musim semi, dan musim panas Ulchi Freedom Guardian, lapor Yonhap.  

Segera setelah pengumuman Trump, pasukan AS di Korea mengatakan mereka tidak menerima petunjuk menghentikan setiap latihan, dan para pejabat Korea Selatan mengatakan mereka mencoba untuk mencari tahu mana yang dimaksud Trump. 

Namun, dalam tanda Seoul mungkin terbuka untuk menangguhkan latihan, Presiden Korea Selatan Moon Jae In mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintahnya akan perlu fleksibel ketika datang untuk menerapkan tekanan militer pada Korea Utara jika itu tulus tentang denuklirisasi. 

Moon mengatakan Korea Selatan akan mempertimbangkan dengan hati-hati latihan militer bersama dengan Amerika Serikat dan dia meminta para pejabatnya untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat mengenai masalah ini, kantornya mengatakan dalam sebuah pernyataan pada saat itu. 

Yonhap juga melaporkan pada hari Minggu bahwa selama pembicaraan militer antara kedua Korea pada hari Kamis , pejabat Korea Selatan meminta rekan-rekan mereka di utara untuk merelokasi artileri 30 hingga 40 kilometer jauhnya dari garis demarkasi militer yang dibentengi yang membagi kedua negara.