Kamis, 14 Juni 2018 13:46 WITA

Cerita Pilu Rosdiana Usai KM Arista Tenggelam di Perairan Makassar

Editor: Andi Chaerul Fadli
Cerita Pilu Rosdiana Usai KM Arista Tenggelam di Perairan Makassar

RAKYATKU . COM , MAKASSAR - Rosdiana (33), daftar riwayat yang terjadi setelah Menumpang Kapal Arista , dan tenggelam di Makassar pada Rabu (13/6/2018) sekitar pukul 12.45 Wita. 

Kapal Yang mengangkut Sekitar 40 LEBIH Penumpang Yang berangkat Dari Pelabuhan Paotere Menuju Pulau Barang Lompo ITU, menewaskan menyanyikan ibu, Nio (50). Beruntung, adiknya Lenni (23) yang juga ikut menumpang kapal berhasil selamat dan masih diraeat di RS TNI AL Makassar.

"Adik saya ( Lenni ), Alhamdulillah selamat. Saya sempat menulis dengan dia ( Lenni ), hanya satu kali ombak menghantam dan kapal terbalik," ungkapnya , Kamis (14/6/2018).

Kelebihan muatan Jadi faktor utama kapal tenggelam. Karena dari informasi yang dibutuhkan dari kepolisian, kapal hanya bisa menampung 15 orang. 

Namun nyatanya , kapal ditumpangi sekitar 40 lebih penumpang ditambah beberapa sepeda motor. Selain itu, faktor-faktor Cuaca juga menjadi pemicu kapal tenggelam lantaran angin kencang ombak yang cukup tinggi.

"Jadi memang kelebihan muatan. Adik saya (Lenni) bilang, ujung kapal itu sudah ada di bawah karena banyaknya penumpang. Jadi pas keluar dari pemecah ombak antara dermaga Pelabuhan Paotere dengan tanggul Reklamasi ombak datang terus membalikkan kapal," jelas Rosdiana.

Yang lebih memilukan lanjut Rosdiana, kalau dia menceritakan sang ibu yang meninggal dunia. Ibunya sendiri berkunjung ke Makassar untuk membeli bahan kebutuhan Idul Fitri.

"Jadi ibu saya itu pekerjaan laki-laki dia kerjakan. Seperti bawa Bentor (Becak Motor). Hasil kerjanya dia mau belikan kebutuhan lebaran. Tapi pas tenggelam dan ditemukan, Ibu sudah tidak sadarkan diri. Saya kasi penyelamatan lewat mulut tetap tidak sadar. Pas dibawa ke RS dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.

Dari peristiwa tenggelamnya kapal yang mengangkut rata-rata lansia dan anak-anak tersebut sejak hari Rabu kemarin, diketahui sebanyak 37 korban yang mampu diselamatkan ke darat. Namun 13 diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan 24 diantaranya selamat.

Hanya saja, Tim Sar Gabungan berhasil menemukan dua korban lain sekitar pukul 01.00 dinihari, Kamis (14/6/2018) yang bernama Indriani (7), Soraya (6). Dengan demikian, sudah 15 korban meninggal yang berhasil menemukan dan total keseluruhan korban jabatan 39.