Kamis, 14 Juni 2018 11:24 WITA

Di Khotbah Idulfitri, An-Nadzir Kecam Teroris dan Ajarkan Toleransi

Editor: Aswad Syam
Di Khotbah Idulfitri, An-Nadzir Kecam Teroris dan Ajarkan Toleransi
Seorang jemaah An-Nadzir memeluk Ustaz Lukman sambil menangis.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jemaah An-Nadzir melaksanakan salat Idulfitri 2018, Kamis (14/6/2018). Salat Idulfitri dipusatkan di masjid Baitul Maqdis yang berada dalam perkampungan Mukminin An-Nadzir di Romang Lompoa, Bonto Marannu. 

Salat Idulfitri jemaah An-Nadzir dipimpin langsung Ustaz Lukman A Bhakti, pimpinan jemaah An-Nadzir Gowa. Pelaksanaan salat Idulfitri terlihat berjalan khidmat, di bawah cuaca yang cerah.

Salat Idulfiri dimulai setelah jemaah An-Nadzir hadir di masjid, di mana jemaah wanita berada di dalam masjid dan jemaah lelaki berada di luar masjid. Setelah melakukan salat Idulfitri, Uztas Lukman A Bhakti berdiri di depan jemaah memberi khotbah Idulfitri.

Dalam khotbah tersebut, Uztas Lukman A Bhakti memberikan wajangan kepada jemaah bagaimana mendekatkan diri kepada tuhan, dan berbuat baik kepada sesama manusian dan mahluk hidup.

Dalam khotbahnya, Uztas Lukman juga menyampaikan kepada jemaah An-Nadzir, tentang agama Islam yang merupakan rahmatan lilalamin. Di mana dengan berislam, akan mengajarkan ke jalan yang benar dan selamat.

"Islam adalah ajaran tauhid dan beraifat abstrak. Islam adalah rahmatan lilalamin yang penuh toleransi," ungkap Ustaz Lukman di depan jemaah An-Nadzir.

Ustaz Lukman A Bhakti, juga mengingatkan kepada semua jemaah An-Nadzir untuk mencontoh Nabi Muhammad saw yang disebutnya sebagai orang yang paling mengerti tentang ajaran Islam. Di mana Nabi Muhammad disebut dibimbing langsung oleh tuhan, melalui Malaikat Jibril.

"Yang paling paham adalah rasulullah, dibimbing Allah didatangkan melalui Jibril,
Islam yang rahmatan lilalamin," tambahnya.

Ustaz Lukman juga membicarakan tentang bahanya terorisme yang anti akan nilai kemanusiaan. Ia menyebut, terorisme sebagi kelompok yang memahami Islam secara setengah-setengah. Ia mencontohkan Nabi Muhammad yang tetap berlaku baik terhadap orang-orang yang pernah memusuhinya saat berdakwah, hingga akhirnya para musuhnya luluh dan memeluk Islam.

"Nabi Muhammad adalah orang yang palilng paham tentang Islam, tapi tidak pernah jadi teroris, tidak pernah beri keburukan pada manusia termasuk yang memusuhinya, sudah sepatutnya kita mencontoh nabi. Mereka (teroris) adalah orang yang berpemahaman sempit yang dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu," tambahnya.

Setelah menyampaikan khotbah selama beberapa menit, para jemaah lelaki An-Nadzir terlihat antre salaman dengan Ustaz Lukman A Bhakti.

Terlihat jelas gambaran kecintaan para jemaah An-Nadzir terhadap Ustaz Lukman A Bhakti. Beberapa jemaah terlihat meneteskan air mata saat bersalaman dengan Ustaz Lukman A Bhakti, hal yang sama pun terjadi dengan Ustaz Lukman A Bhakti.

Sembari jemaah An-Nadzir lelaki antre untuk salaman dengan Ustaz Lukman, terlihat beberapa jemaah perempuan mendekati penjual balon udara yang tak jauh dari tempat salat Idulfitri. Terlihat beberapa jenis balon dengan berbagai bentuk mulai dari bentuk spiderman, Masha and The Bear, hingga balon lumba-lumba yang dibanderol seharga Rp10 ribu oleh penjualnya.

"Harganya Rp10 ribu, saya tinggal di Makassar tapi setiap tahun saya ke sini," ungkap Rival, salah satu penjual balon yang mengaku tinggal di sekitar Parang Tambung, Makassar.

Sementera itu, petugas keamanan yang sejak awal telah datang di perkampungan Mukminin An-Nadzir di Romang Lompoa, Bonto Marannu sebelum salat Idulfitri dimulai terlihat meninggalkan perkampungan, setelah salat selesai dilaksanakan oleh jemaah An-Nadzir.