Rabu, 13 Juni 2018 23:32 WITA

Maqbul Halim Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Rumor Danny Pomanto Jadi Ketua Nasdem

Editor: Abu Asyraf
Maqbul Halim Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Rumor Danny Pomanto Jadi Ketua Nasdem
Mabul Halim

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Berembus kencang rumor terkait wacana bahwa Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto bakal ditunjuk sebagai ketua Partai NasDem. Panglima Squadron DIAmi, Maqbul Halim ikut angkat bicara.

Menurut Maqbul, bila memang rumor itu betul akan terjadi, maka ia beranggapan jika itu hal biasa-biasa saja dalam dunia politik. Namun, ia tak ingin terlalu banyak mengomentari terkait isu bahwa Danny bakal ditunjuk sebagai ketua partai  restorasi tersebut.

"Hal itu bisa saja. Pak Danny kan selama jadi wali kota adalah mitra dekat partai-partai politik. Salah satu partai pengusung pak Danny empat tahun lalu adalah Partai Demokrat. Sekarang ada juga Partai Perindo, Partai Berkarya. Bagi saya, masa depan partai-partai di tangan Pak Danny terbukti lebih jelas. Elektabilitas Perindo di Makassar naik tajam karena afiliasinya ke Pak Danny. 
Kembali ke soal Pak Danny gabung di Nasdem, barangkali memang ada pintu bagi Pak Danny di Partai Nasdem, yang tidak pernah diperhatikan selama ini. " ucap Maqbul Halim di Jalan Amirullah, Rabu (13/6/2018).

Lebih lanjut, ditanya soal kepentingan Partai Nasdem terhadap Danny Pomanto, Maqbul mengatakan hal itu sebenarnya di luar logika. Pasalnya saat ini pengusung kandidat calon wali kota Makassar, Appi-Cicu di Pilwalkot 2018 ini salah satunya adalah Partai NasDem.

"Kalau untuk kepentingan Partai NasDem, tidak mungkinlah Pak Danny bantu pemenangan Appi-Cicu karena Pak Danny tahu persis, tidak ada benefitnya Partai NasDem di situ. Itu barangkali karena Partai Golkar atau kepentingan lain lebih dominan di Appi," lanjutnya.

"Logika saya mengatakan, bisa saja pak Danny kuat hadapi Pilkada selama ini karena sokongan NasDem. Contoh, Partai NasDem itu bersimpati ke Metro TV, televisi swasta yang dinaungi aliansi dan komunitas bang Surya Paloh. Kebijakan redaksi Metro TV, leluasa merilis berita-berita aktual tentang penzaliman yang dialami Pak Danny di Pilkada Makassar. Kalau Partai NasDem tidak restu terhadap Pak Danny, tentu tidak boleh ada berita-berita seperti itu. Berita seperti itu pasti tidak muncul," sambungnya lagi.

Sedangkan ditanya terkait awal cerita sehingga muncul rumor bahwa Danny akan gabung ke NasDem, Maqbul mengaku tidak tahu persis bagaimana rumor itu berembus. Tetapi ia menegaskan bahwa semua bisa saja terjadi karena konstalasi politik itu berubah-ubah. Apalagi nanti di Pemilu 2019 tentu semua partai ingin partainya berjaya.

"Saya tidak tahu bagaimana ini bermula. Tapi saya tahu bahwa ada proses yang sedang berlangsung, sekalipun informasinya sangat sedikit, tidak cukup untuk memastikan (memastikan Danny ke NasDem, Red). Tapi perlu diingat, semua pimpinan-pimpinan partai menginginkan partainya berjaya di Pemilu 2019. Pak Danny Pomanto bukan pilihan yang salah bagi Partai NasDem untuk kepentingan Pemilu 2019. Sekarang Pak Danny Pomanto sudah wali kota Makassar kembali. Jabatan itu berakhir pada 8 Mei 2019, atau 11 hari setelah 27 April 2019, tanggal pencoblosan Pemilu Legislatif dan Presiden 2019," katanya.

Lalu apakah Nasdem yang merayu Danny Pomanto untuk bergabung ataukah sebaliknya Danny yang minat terjun ke partai politik dan gabung dengan Nasdem. Namun, lagi-lagi Maqbul mengaku tak paham betul soal siapa yang merayu dan dirayu.

"Saya tidak mengetahui, apakah memang Partai Nasdem lebih memerlukan Pak Danny untuk hal ini (Pemilu 2019–red), ataukah ada proposal atas nama Pak Danny dan itu direspons positif oleh Pak Rusdi Masse (Ketua DPW Nasdem Sulsel)! Tapi ada proses yang sedang berlangsung, termasuk ikhwal partai Nasdem, ada dalam proses itu. Ini seperti menjawab yang mana yang melahirkan, apakah ayam yang pertama lahirkan terlur atau telur yang pertama melahirkan ayam. Bahkan kalau pak RMS tidak bantah rumor ini, apa saja tentang Pak Danny Pomanto di partai NasDem, bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Supaya Anda tidak kaget juga ha ha ha..." jelasnya.

Dia menambahkan isu yang juga berembus akhir-akhir ini tentang rumor bahwa tim DIAmi berafiliasi ke cagub Nurdin Abdullah?

"Pak Amran Sulaiman, pak RMS, pak Danny Pomanto, pak Nurdin Abdullah, adalah entitas tokoh Sulsel di nasional yang bergerak mandiri, dalam bentuk idealisme besar. Kenapa idealisme besar? Karena mereka tidak dikarbit, tidak juga diorbit oleh kekuatan politik status quo di Sulsel. Idealisme inilah yang diekspresikan oleh publik di Sulsel saat ini. Jadi, itu pertemuan idealisme yang tidak disengaja. Itu tuntutan zaman, bahwa ada yang harus berakhir dan ada yang akan bermula. Ada yang senja, ada yang fajar menyingsing," pungkasnya.