Selasa, 12 Juni 2018 18:35 WITA

Pengamat: Polres Gowa Tak Semestinya Tolak Proses Hukum Pembegal Sadis

Editor: Nur Hidayat Said
Pengamat: Polres Gowa Tak Semestinya Tolak Proses Hukum Pembegal Sadis

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sikap Polres Gowa yang enggan menerima penanganan lebih lanjut terhadap dua pembegal sadis di Lapangan Syech Yusuf Kabupaten Gowa yang berhasil diamankan personil Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel dalam waktu kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya menjadi sorotan.

Pengamat hukum Makassar, Zulkifli Hasanuddin, mengatakan setelah berhasil diamankan, pembegal sadis tersebut harus diproses lebih lanjut.

"Seharusnya Polres Gowa tidak menolak penyerahan kasus tersebut dan jika menolak harus ada alasan yang dapat diterima secara hukum," ungkap Zulkifli, Selasa sore (12/6/2018).

Meski menyebut Polres Gowa tak bisa menolak, Zulkifli juga menilai penuntasan kasus pembegal sadis tersebut akan lebih baik bila diambil alih oleh Polda. Hal tersebut lantaran aksi yang dilakukan oleh dua pelaku yakni AR (22) dan AN (17) tergolong sadis.

"Akan tetapi menurut saya lebih baik Polda Sulsel yang tangani karena pelakunya sudah sangat sadis dalam memperlakukan korban," tuturnya.

Sebelumnya, kedua pelaku diamankan anggota Timsus Polda di wilayah Polres Gowa. Kedua pelaku akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas saat berusaha melawan petugas.

Kedua pelaku yang sempat dibawa ke Polres Gowa oleh personel Timsus terpaksa dikembalikan lantaran Polres Gowa enggan menerimanya.

Kapolres Gowa AKBP Shinton Silitonga, membantah adanya penolakan. "Tidak ada penolakan," jawab Shinto.

Menurut Shinto, kedua tersangka belum diterima lantaran sesuai dengan prosesur harus dilakukan gelar perkara sebelum tersangka dan barang bukti kejahatan tersangka diserahkan dari Timsus Polda Sulsel ke pihak Polres Gowa.

"Sesuai dengan prosedurnya maka harus dilakukan gelar perkara terlebih dahulu sebelum menerima penyerahan tersangka dan barang bukti," tuturnya.

Akibat Aksi begal kedua pelaku korban ES (21) mengalami luka terbuka bekas senjata tajam jenis pisau dapur pada bagian leher, dada, dan perut. Akibat aksi begal kedua pelaku, korban harus menjalani pengobatan intensif di rumah sakit. 

Sebelumnya, Kanit Timsus Polda Sulsel, Iptu Iqbal Kosman, menyebut pengejaran kedua pelaku menjadi atensi karena aksi kejahatan dilakukan dengan cara sadis. 

"Ditangani langsung Polda karena kasusnya atensi  dan ramai di media sosial makanya pimpinan mengambil alih kasus tersebut," ucapnya.

Iqbal juga mengatakan kasus tersebut sempat diserahkan ke Polres Gowa untuk diproses. Namun, Polres Gowa tidak mau menerima. Olehnya itu, kasus tersebut diambil alih oleh Polda.

"Sempat, penolakan karena kasusnya cukup atensi makanya pimpinan kami yang mengambil alih kasus tersebut. Pihak Polres yang menyerahkan, ya menolak untuk ditangani di Polres Gowa," tambahnya.