Selasa, 12 Juni 2018 16:14 WITA

Demokrat Ingin Duetkan dengan AHY, JK Bakal Bikin Rekor Dua Kali Lawan Bos

Editor: Abu Asyraf
Demokrat Ingin Duetkan dengan AHY, JK Bakal Bikin Rekor Dua Kali Lawan Bos
Jusuf Kalla bersama Agus Harimurti Yudhoyono dan Wawali Makassar Syamsu Rizal beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM - Pilpres 2019 berpeluang menghadirkan rekor baru. Partai Demokrat sedang menggodok poros ketiga, yakni Koalisi Kerakyatan. Menariknya, partai berlambang bintang segitiga itu mewacanakan duet Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY).

"Betul. JK-AHY ini salah satu opsi yang sedang Demokrat pikirkan untuk Koalisi Kerakyatan. Ini pasangan ideal," ungkap Ketua DPP Demokrat, Jansen Sitindaon kepada wartawan, Selasa (12/6/2018).

Jika ini terwujud, Pilpres 2019 dipastikan akan menciptakan rekor baru. JK akan menjadi orang pertama yang melawan "bosnya" dua kali. Pada Pilpres 2009, JK yang saat itu menjawab wakil presiden bertarung melawan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. JK berduet Wiranto. Sementara SBY menggandeng Boediono. JK-Wiranto kalah.

Jika Koalisi Kerakyatan berjalan lancar, JK kembali akan melawan bosnya, yakni Joko Widodo. Sebenarnya, JK masih diincar Jokowi sebagai pendamping. Namun, terganjal undang-undang yang membatasi jabatan presiden dan wapres hanya dua periode.

Sebelumnya, JK telah membubukan rekor di arena pilpres. Dia satu-satunya wakil presiden yang mendampingi presiden berbeda pada periode berbeda pula. Uniknya, JK menjadi wapres dengan disela satu periode. Dia menjadi wapres SBY pada periode 2004-2009 lalu mendampingi Jokowi pada periode 2014-2019.

"Tua muda dan melambangkan sikap moderat dalam politik kita hari ini yang pecah bambu dan sudah sangat dalam jurang polarisasinya. Mungkin ini adalah salah satu opsi menyejukkan kembali Republik ini," ucap Jansen.

"Sumber panasnya keadaan ini kan dari politik, maka penyejuknya juga pasti dari politik. Inilah salah satu opsi yang ditawarkan Demokrat untuk menyejukkan Indonesia. Dan pasangan JK-AHY ini juga kami yakin akan membuat Negara kita kembali punya wibawa di dalam dan luar negeri," imbuhnya.

Jansen meyakini JK-AHY bisa menjadi pasangan klop dalam memimpin negara. Kelebihan kedua tokoh beda generasi itu disebut bisa saling melengkapi.

"Karena pasangan ini paham betul konsep ketatanegaraan yang benar, mengelola Indonesia dalam perspektif berdiri di atas semua kelompok, Ekonomi dan hubungan internasional," ucap Jansen.

Demokrat mewacanakan Koalisi Kerakyatan dalam upayanya mendorong poros ketiga. Partai pimpinan Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meyakini koalisi ini bisa menyaingi Koalisi Keummatan yang diusulkan Habib Rizieq Syihab (Gerindra-PKS-PAN-PBB) dengan koalisi pendukung petahana Presiden Joko Widodo.

"Ya Partai Demokrat sekarang sedang serius membangun poros kerakyatan ya. Tadi malam saya diskusi juga dengan Bapak Ketum ya arahannya begitu. Kita akan berupaya untuk membangun Poros Kerakyatan atau Poros Nusantara," sebut Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahean.

"Namanya menyaingi atau mungkin jadi kompetitor dari Poros Kekuasaan dan Poros Keummatan yang kemarin masih klaim-klaim beberapa pihak semata," imbuhnya.

Sebelumnya, PK mendorong capres alternatif untuk diusung Koalisi Keummatan. PKS mengusulkan pasangan Anies Baswedan-Ahmad Heryawan.

Tags