Selasa, 12 Juni 2018 00:15 WITA

Buka Bersama, Habibie Bilang Ini ke Rommy

Editor: Aswad Syam
Buka Bersama, Habibie Bilang Ini ke Rommy
Romahurmuziy dan BJ Habibie, berbincang menjelang buka puasa.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, menggelar buka puasa bersama di kediamannya, di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/6/2018).

Buka puasa bersama itu, dihadiri Ketua Umum PPP, Romahurmuziy didampingi Ketua Majelis Pertimbangan partai, Suharso Monoarfa.

Rommy dan Habibie berbincang sejak jam 16.30 sore dan diakhiri dengan salat tarawih berjemaah di musala pribadi Habibie. 

Rommy menyebut selama pertemuan, Habibie banyak bercerita tentang pengalamannya mulai dari memimpin Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), diangkat menjadi menteri riset dan teknologi, kemudian menjadi wakil presiden, hingga menjadi presiden menggantikan Soeharto pada 1998 silam. Habibie juga bercerita tentang krisis keuangan yang dialami Indonesia pada tahun 1997-1998.

"Pak Habibie bercerita bagaimana dia tidak menyangka diangkat menjadi wakil presiden oleh Pak Harto. Kemudian dianggat menjadi presiden menggantikan Pak Harto pada 1998 lalu," cerita Rommy, sapaan akrabnya. 

Habibie, menurut Rommy, masih bercita-cita Indonesia mampu membangun industri manufaktur strategis bertekonogi tinggi, khususnya di bidang kedirgantaraan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sudah seharusnya memiliki industri pesawat terbang dan kapal yang handal. Sehingga kebutuhan transportasi antar pulau ini bisa disediakan sendiri oleh industri dalam negeri. 

"Beliau (Habibie) berkeinginan agar Indonesia menguasai Iptek (Ilmu pengetahuan dan teknologi) dengan tetap berlandaskan Imtak (Iman dan takwa)," jelas Rommy. 

Habibie menurut Rommy menyebut, bahwa guna menjadi negara yang menguasai iptek dan memiliki industri manufaktur bertekonogi tinggi, perlu dukungan semua pihak, termasuk dukungan politik. 

"Pak Habibie berharap kepada saya sebagai politisi dan salah satu ketua partai, untuk bisa lebih baik dalam menghadapi tantangan yang ada ada dan dapat berkontribusi besar Indonesia. Sekaligus bisa kembali meningkatkan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia," jelas Rommy.