Sabtu, 16 Juni 2018 10:23 WITA

Kasus Korupsi UMKM dan Pohon Ketapang Masih Tunggu Perhitungan Kerugian Negara

Penulis: Syukur
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kasus Korupsi UMKM dan Pohon Ketapang Masih Tunggu Perhitungan Kerugian Negara

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasus dugaan korupsi penanaman pohon ketapang kencana dan pembangunan sanggar kerajinan lorong-lorong masih terus bergulir di tangan tim penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Meski telah menetapkan tersangka, kasus tersebut belum juga sampai ke meja hijau. Kasus tersebut masih sementara diproses untuk dilengkapi sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan di pengadilan.

Terkait kasus tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel, Dicky Sondani menegaskan tetap diproses oleh tim penyidik. Menurutnya, penanganan tersebut tersendak karena tim penyidik masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara.

"Masih sementara dalam proses penyidik, masih sementara menunggu hasil perhitungan kerugain negara," ungkap Dicky.

Dalam dua kasus tersebut, Polda Sulsel telah menetapkan tersangka masing-masing untuk dugaan korupsi pengadaan dan penanaman pohon ketapang kencana yakni Abdul Gani Sirman, Budi Susilo, Buyung Haris dan Abu Bakar Muhaj.

Loading...

Sementara untuk kasus dugaan korupsi pembangunan sanggar kerajinan lorong lorong yang menjadi tersangka adalah Abdul Gani Sirman dan Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar.

Diketahui, dalam kasus dugaan korupsi pohon ketapang kencana dalam pagu atau batas tertinggi anggaran dalam proyek ini sebanyak Rp 6.918.000.000, sedangkan perkiraan hanya terealisasi sebanyak Rp 5.027.263.000, sehingga kasus ini diduga terjadi mark up harga di pohon ketapang dan juga kurang volume item pekerjaan dan pohonnya.

Kemudian dalam kasus, dugaan pengadaan barang persediaan sanggar kerajinan lorong lorong Kota Makassar pada Dinas Koperasi dan UKM terdapat pagu sebanyak Rp 1.025.850.000 dan hanya terealisasi sebanyak Rp 975.232.000.

Loading...
Loading...