Minggu, 10 Juni 2018 17:15 WITA

Kapolda Sulsel Takut pada Tahanan, Ternyata Ini Alasannya

Editor: Abu Asyraf
Kapolda Sulsel Takut pada Tahanan, Ternyata Ini Alasannya
Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono makan bersama tahanan di ruang sel Mapolda Sulsel beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM - Terkenal tegas, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono ternyata takut pada tahanan. Sama takutnya kepada orang miskin dan orang cacat. Mengapa?

Umar punya alasan tersendiri. Makanya, dalam beberapa kesempatan dia tampak berbaur dengan para tahanan di ruang sel Mapolda Sulsel. Tak sekadar berbaur, mantan kepala Polda NTB ini makan bersama tahanan di dalam sel.

Umar duduk bersila tak berjarak dengan para tahanan dengan aneka kejahatan. Kadang-kadang, ada anggotanya yang protes, mengapa Kapolda mentraktir makan para tahanan. Padahal, mereka adalah pelaku kejahatan. Mungkinkah ini bagian dari pencitraan?

Jawaban Umar Septono mengejutkan. Apa yang dilakukan sama sekali bukan pencitraan, melainkan muncul dari hati nuraninya. Sebagai manusia biasa, semua orang berpotensi melakukan kesalahan. 

Lantas apa alasannya? Dalam perbincangan dengan pengurus MUI Sulsel akhir Mei 2018 di ruang kerjanya, Umar blak-blakan. Menurutnya, para tahanan itu adalah orang yang sedang diungkap aibnya oleh Allah subhanahu wata'ala.

"Kalau mereka kemudian melakukan tobat nasuhah lalu meninggal dunia, dia masuk surga. Kita ini belum tentu," kata Kapolda.

Loading...

Dia lantas membayangkan aib dirinya yang diungkap oleh Allah subhanahu wata'ala. Ngeri. "Kita ini tampak terhormat karena aib kita ditutup oleh Allah subhanahu wata'ala. Coba kalau dibuka," katanya.

Makanya, kata mantan kepala Polda Bengkulu ini, setiap orang harus tetap berlaku sopan dan santun kepada sesama manusia. Termasuk kepada tahanan sekalipun. Justru, katanya, dengan sikap seperti itu bisa membantu mereka untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus.

Dalam setiap kesempatan berbaur dengan tahanan, Umar tak lupa menyelipkan pesan-pesan agama. Dia menasihatinya agar tidak lagi mengulang perbuatanya. Apalagi, ampunan Allah terbuka luas bagi hambanya sebagaimana dalam satu hadis qudsi.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu ia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdoa dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” (HR. At-Tirmidzi)

Loading...
Loading...