Jumat, 15 Juni 2018 12:42 WITA

Cerita Pangdam Hasanuddin Soal Aksi Radikal di Indonesia

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Cerita Pangdam Hasanuddin Soal Aksi Radikal di Indonesia
Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus SB.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Aksi teror yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia beberapa hari lalu menghebohkan secara nasional maupun internasional.

Aksi teror tersebut terjadi di beberapa tempat yang dijaga oleh pasukan keamanan. Para pelaku pun diketahui menganut paham-paham radikal yang bertentang dengan Indonesia.

Terkait aksi radikal, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus SB mengatakan, seseorang tidak serta merta dapat menjadi radikal. 

Menurut Agus, ada beberapa faktor yang dapat menjerumuskan seseorang pada aksi radikal. Aksi radikal pun terbagi dalam beberapa bentuk dimana semua harus diwaspadai dan dicegah.

"Radikal itu bisa saja dalam bentuk gagasan berfikir atau dalam tulisan. Selain itu aksi radikal juga bisa dalam bentuk aksi atau tindakan atau aksi teror," kata Agus SB.

Tak hanya bentuknya yang bermacam-macam, Agus juga menyebut bahwa radikal berdiri dari beberapa tahap dimana hal tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Bahkan aksi radikal sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan.

"Ada individu yang baik di masyarakat tapi karena sesuatu hal ia menjadi radikal. Jika dididik dengan ajaran agama yang baik maka akan bagus tapi kalau tidak bagus ditambah lagi yang bersangkutan tak ada kerjaan padahal pendidikan sudah, pengangguran maka akan muncul dalam pemikirannya konsep merasa pemerinta tidak adil, banyak korupsi, melihat video perang timur tengah yang banyak diramu, bisa saja pemikiran mereka akan terpengaruh menjadi radikal," tambahnya.

Agus juga mengatakan, terkadang ada orang yang sangat baik saat di desa tetapi setelah mengetahui dunia luar mengalami perubahan yang sangat besar.

"Hal tersebut karena pengaruh lingkungan makanya kita harus menjaga lingkungan dan diri masing-masing dari faham-faham radikal," tukasnya.