Kamis, 14 Juni 2018 16:03 WITA

KPPU Makassar Pastikan Tak Ada Permainan Harga Sapi Selama Ramadan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
KPPU Makassar Pastikan Tak Ada Permainan Harga Sapi Selama Ramadan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar memastikan dalam bulan Ramadan hingga hari raya Idulfitri, pasokan daging sapi beserta harganya tidak dikendalikan oleh kartel/mafia tertentu. 

Ketua KPPU Makassar, Aru Armando mengatakan, berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh KPPU sejak bulan Januari, banyaknya jumlah pengusaha daging sapi yang berkecimpung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH ??????), menjadi salah satu alasan tidak adanya kartel atau mafia yang mengendalikan pasokan daging sapi di Makassar. 

Aru mencontohkan pasokan daging sapi yang dihasilkan di RPH Makassar yang berada di Tamangapa, Kecamatan Manggala yang masih stabil selama bulan ramadan. 

"Kita lihat pengusaha di RPH ini jumlahnya cukup banyak, 24, aryinya akan susah untuk orang melakukan spekulasi atau kartel, karena jumlahnya pelaku usahanya cukup banyak, beda kalau jumlah pelaku usahanya hanya tiga itu akan mudah untuk melakukan kartel," kata Aru Armando. 

Dari sidak yang dilakukan KPPU pada bulan ramadan, pasokan harga daging sapi memang masih stabil. Harga per hari berada di angka 90 - 95 ribu perkilogram. Aru Armando mengatakan harga daging baru meningkat pada H-3 hingga H-2 jelang lebaran yang mencapai Rp 200 - Rp 500. Harga ini sedikit naik dibanding tahun lalu. 

Pasokan daging sapi di Makassar sendiri datang dari berbagai daerah. Direktur operasional PD RPH Makassar, Moch. Luthfie mengatakan bahwa Bone menjadi penyuplai daging sapi terbesar yang ada di Makassar. Disusul Bantaeng, Sinjai, dan Wajo. Selain itu, dari sapi yang dierdar di Makassar juga banyak datang dari Nusa Tenggara Timur. 

Senada dengan Aru, Luthfie pun memastikan tidak ada permainan harga daging saat bulan ramadan hingga lebaran di tahun ini. 

"Sebenarnya kami disini agak sulit untuk memainkan harga. Karena kami disini tidak pernah sampai ke pasar menjual jadi distributor yang datang disini yang menentukan harga. Jadi kalau pengusaha saya mau naikkan harga maka distributor pindah ke pengusaha lain. Untuk itu setiap malam kami sepakati harga daging," kata Luthfie.