Kamis, 14 Juni 2018 12:03 WITA

Orang Tua Rezky Evienia Syamsul Akui Tak Pernah Berdamai dengan Terdakwa

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Orang Tua Rezky Evienia Syamsul Akui Tak Pernah Berdamai dengan Terdakwa
Tiga Terdakwa Kematian Rezky Evienia Syamsul.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Raut kesedihan tak pernah pudar dari wajah Rahmaniah Syamsul, ibu dari Rezky Evienia Syamsul, usai hakim membacakan vonis kepada tiga terdakwa yang menyebabkan putirnya meninggal. Rahmaniah kecewa karena pelaku yang juga merupakan satu almamater Rezky di Fakultas kedokteran UMI itu tidak ditahan.

Sidang putusan yang digelar di PN Makassar pada Kamis (7/6/2018) lalu memang menuai kejanggalan. Salah satu alasan hakim memberikan vonis yang sangat ringan kepada terdakwa, karena ada kesepakatan perdamaian antara pihak keluarga korban dan terdakwa.

Rahmania Syamsul, ibu dari Rezky mengakui bahwa tepat di hari kematian anaknya ada beberapa orang yang menemuinya dan menawarkan beberapa lembar surat untuk ditandatangani. Namun ia membantah jika ada kesepakatan damai yang ia lakukan pada saat itu karena pikirannya pada waktu itu hanyalah memikirkan putrinya.

"Pada saat itu saya sangat berduka. Saya tidak bisa memikirkan apa-apa kecuali anak saya. Saya disodorkan kertas, saya tidak tahu itu isinya apa karena pikiran saya kosong, begitu juga dengan ayahnya," ujar Rahmaniah. 

Rahmaniah juga membantah jika ada pencabutan laporan yang dilakukan oleh dirinya beserta kerabatnya di kepolisian. Ia pun menyesalkan dengan pernyataan jaksa yang mengatakan bahwa keluarga Rezky sudah menerima kematian mahasiswi kedokteran ini. 

Untuk itu, Rahmania mempertanyakan sikap penegak hukum yang hingga usia dua tahun kematian anaknya, kasus kematian Rezky tidak pernah dituntaskan. Rahmania juga mengakui sikap petinggi kampus terkesan ingin melenyapkan kasus ini. 

"Ada tiga kali pihak UMI yang ingin menemui saya tapi saya tolak. Saya ingin pihak UMI bertanggung jawab kepada tiga terdakwa kalau perlu di DO, itu mau saya," ujarnya. 

Sidang putusan untuk ketiga terdakwa kasus kematian Rezky sendiri telah selesai digelar, tepat di hari kematiannya dua tahun yang lalu. Karena tidak terima dengan keputusan hakim, jaksa akhirnya mengajukan banding di pengadilan tinggi Makassar.