Rabu, 13 Juni 2018 08:42 WITA

Aset Abu Tours Diperkirakan Melebihi Satu Triliun

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Aset Abu Tours Diperkirakan Melebihi Satu Triliun
Rumah milik bos Abu Tours, Hamzah Mamba yang disita polisi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepastian mengenai pengembalian biaya calon jemaah umrah Abu Tours kini masih menyisakan polemik. Pasalnya hingga perpanjangan waktu yang diberikan oleh majelis hakim pengadilan perdata Makassar, Abu Tours belum memberikan jaminan.

Ridwan Bakar, pengacara jemaah Abu Tours yang pertama kali menggugat secara perdata Abu Tours yakin bahwa aset yang dimiliki Abu Tours melebihi satu triliun. Ia mengatakan bahwa masih banyak aset yang dimiliki oleh Abu Tours travel maupun Hamzah Mamba beserta istrinya yang belum disita oleh Polisi. 

"Sudah banyak informasi dari agen dan jemaah yang mengindikasikan kalau aset Abu Tours ada di luar. Sudah banyak informasi tapi hari ini belum dilakukan penyitaan," kata Ridwan belum lama ini.

Ridwan mengkhawatirkan jika Polda Sulsel tidak total melakukan penyitaan, bisa saja Abu Tours tidak akan mengembalikan biaya jemaah yang telah digelapkan sebelumnya. Selain itu, Ridwan juga berharap aset yang telah disita Abu Tours untuk tetap menjaganya karena aset tersebut bisa menjadi modal untuk mengembalikan biaya jemaah. 

"Secara hukum bisa. Karena secara hukum aset yang disita itukan hanya untuk dijadikan barang bukti tapi semua akan dikembalikan ke jemaah," bebernya. 

Ridwan pun berharap agar tim penyidik Polda Sulsel memaksimalkan penyitaan aset Abu Tours. Ridwan tetap meyakini, bahwa semua jemaah Abu Tours yang terdaftar sebagai kreditur PKPU Abu Tours, bisa mendapatkan kembali biaya yang telah dibayarkan yang memiliki rata-rata puluhan juta rupiah. 

Hingga kini, Abu Tours kembali diberikan kesempatan oleh pengadilan negeri Makassar selama enam puluh hari untuk membuat proposal perdamaian kepada jemaahnya. Ada dua opsi yang bisa dipilih Abu Tours dalam membuat proposal perdamaian yaitu mengembalikan biaya jemaah/vendor/agen (nilainya sekira Rp 1,6 T) atau memberangkatkan jemaah (jumlah jemaah sekira 86.720 orang).